ADVERTISEMENT

Sempat Hilang, Jasad Warga Cibubur Jaktim Ditemukan di Danau Rawadongkal

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 17:11 WIB
Ilustrasi mayat tenggelam
Ilustrasi mayat (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Mayat laki-laki terapung di Danau Rawadongkal, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), ditemukan pagi tadi. Polisi berhasil mengidentifikasi mayat tersebut.

"Benar bahwa korban bernama Oma Jaya Lukman, yang bekerja sebagai petugas kebersihan warga (petugas sampah)," kata Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (2/7/2022).

Jupriono mengatakan pihaknya telah meminta keterangan saksi, yaitu Taharudin, yang menemukan jasad korban pertama kali. Selain itu, polisi meminta keterangan paman korban, Didi Kusnadi.

"Saat saksi 1 sedang menyiram tanaman di pinggir danau, melihat seorang laki-laki yang mengapung di Danau Rawadongkal. Yang pada saat itu saksi 1 melihat, awalnya bahwa saksi 1 mengira itu adalah boneka yang mengapung di danau karena curiga dikerumuni lalat," terangnya.

Taharudin, kata Jupriono, lalu memanggil rekannya. Akhirnya mereka meyakini yang mengapung di danau tersebut bukan boneka, melainkan mayat.

Polisi tak mendapati ada luka pada tubuh korban. Dia menyebut berdasarkan keterangan paman korban, Oma Jaya tidak terlihat sejak Kamis (30/6).

"Pihak Satpol PP menghubungi pihak Polsek Ciracas. Setelah dilakukan cek TKP oleh petugas Polsek Ciracas, di tubuh korban tidak ditemukan luka, baik bekas benda tumpul atau tajam," jelas Jupriono.

"Dua hari yang lalu ada saksi yang mengetahui, saat sebelum kejadian, korban sakit perut dan bermaksud buang air di pinggir danau. Namun saat itu saksi tidak melihat korban lagi," sambung Jupriono.

Berdasarkan keterangan paman korban, korban mengidap epilepsi. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum (VER).

Namun keluarga korban meminta kepada polisi untuk tidak melakukan autopsi. Dia menyebut korban bakal dimakamkan di kampung halamannya di Subang.

"Dengan membuat pernyataan tidak menuntut kepada pihak mana pun, pihak keluarga korban memohon kepada pihak Polsek bahwa pihak keluarga korban tidak mau untuk diotopsi dan menerima kematian korban adalah sebagai musibah/takdir karena sebelumnya korban sakit," tuturnya.

"Rencana keluarganya bahwa korban akan segera dibawa ke kampung halaman korban di Subang untuk segera dimakamkan," sambungnya.

Simak juga 'Saat Lansia Tewas Berlumuran Darah di Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT