ADVERTISEMENT

Guru Besar UI: Polri Sudah Semakin Profesional

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 15:01 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Guru besar hukum internasional UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Profesor Hikmahanto Juwana mengatakan Polri saat ini terlihat semakin profesional pada usia ke-76 tahun. Dia lalu mengingatkan, ke depan, profesionalisme Polri akan diuji saat masa-masa pemilu.

"Polri sudah semakin profesional. Namun harus diwaspadai Polri dimanfaatkan sebagai instrumen politik," kata Hikmahanto kepada detikcom, Sabtu (2/7/2022).

Di masa pemilu, rawan terjadi laporan pencemaran nama baik antarpihak yang terlibat kontestasi. "Utamanya saat pilkada maupun pilpres ataupun saat orang mengadukan pencemaran baik," imbuh Hikmahanto.

Hikmahanto berpesan agar profesionalisme yang sedang dibenahi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak dirusak oleh jajaran.

"Jangan sampai profesionalitas dikorbankan oleh anggota yang ujungnya bisa berdampak pada Polri yang sedang dibangun oleh pimpinan yaitu Polri yang Presisi," ucap dia.

Hikmahanto juga mengomentari perihal salah satu kegiatan Polri dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-76, yakni Hoegeng Awards 2022. Hikmahanto mengatakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini patut dilestarikan untuk memunculkan polisi-polisi yang benar-benar menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Hoegeng Awards ini patut dilestarikan untuk memunculkan polisi-polisi hebat yang dapat menjadi role model seperti Hoegeng," ucap Hikmahanto.

Dia lalu menyebut pemenang Hoegeng Awards dalam kategori Polisi Inovatif yakni Brigjen Eko Rudi Sudarto, yang sejak bertahun-tahun lalu bertugas di Papua, dengan jabatan terakhir Wakapolda Papua. Dia menilai Eko telah menjalankan visi pemerintah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua.

"Salah satunya adalah Kategori Polisi Inovatif, di mana polisi dalam menjalankan tugasnya wajib memahami masyarakatnya, kearifan lokal dan arahan dari pimpinan di pusat sehingga perlu memunculkan inovasi-inovasi," tutur dia.

"Ini yang ditunjukkan oleh pemenang kategori Polisi Inovatif Brigjen Eko Rudi Sudarto, yang mampu melakukan inovasi saat bertugas sebagai Wakapolda di Papua. Eko telah menjalankan visi pemerintah pusat untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI dengan melakukan inovasi yang mengacu konteks masyarakat Papua meski Eko bukanlah putra daerah," imbuh dia Hikmahanto.

Simak Video 'Kapolri Tegaskan Tak Antikritik, Masyarakat Bebas Mengkritik':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT