ADVERTISEMENT

Fakta Baru Mahasiswi Gigit Polisi Berujung Status Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 07:28 WIB


Mahasiswi Jadi Tersangka

Polisi telah memeriksa mahasiswi tersebut. Hingga pada Kamis (30/6) polisi menetapkannya sebagai tersangka.

"Iya sudah (tersangka)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi saat dihubungi, Jumat (1/7/2022).

Aksi HFR terjadi karena tidak diterima ditegur Ipda RM ketika ia melawan arah dari Jatinegara mengarah ke Tebet. Dia lalu menabrakkan motornya ke arah Ipda RM.

Bukan hanya itu, HFR juga memukul hingga menggigit tangan Ipda RM hingga terluka. Dia dijerat dengan pasal melawan petugas.

"(Pasal) 212 dan 214 KUHP," jelas Ahsanul. Dia menjawab jeratan pasal yang disangkakan kepada pelaku.


Bunyi Pasal 212 KUHP:

"Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum, karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,"

Bunyi Pasal 214 KUHP:

(1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(2) Yang bersalah dikenakan : (1) Pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, jika kejahatan dan perbuatan lainnya ketika itu mengakibatkan luka-luka; (2) Pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika mengakibatkan luka berat; (3) Pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika mengakibatkan orang mati.


(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT