ADVERTISEMENT

Mahasiswi Gigit Polisi Gegara Ditegur Lawan Arah di Jaktim Jadi Tersangka!

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 17:22 WIB
Jakarta -

Polisi telah melakukan penyelidikan terkait aksi penyerangan yang dilakukan mahasiswi inisial HRF (23) kepada polantas Ipda RM. Mahasiswi itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya sudah (tersangka)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi saat dihubungi, Jumat (1/7/2022).

Aksi HFR terjadi usai tidak diterima ditegur Ipda RM ketika ia melawan arah dari Jatinegara mengarah ke Tebet. Dia lalu menabrakkan motornya ke arah Ipda RM.

Buka hanya itu, HFR turut melakukan pemukulan hingga menggigit tangan Ipda RM hingga terluka. Dia dijerat dengan pasal melawan petugas.

"(Pasal) 212 dan 214 KUHP," jelas Ahsanul. Dia menjawab jeratan pasal yang disangkakan kepada pelaku.

Bunyi Pasal 212 KUHP:

"Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum, karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,"

Bunyi Pasal 214 KUHP:

(1) Paksaan dan perlawanan berdasarkan pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(2) Yang bersalah dikenakan : (1) Pidana penjara paling lama delapan tahun enam bulan, jika kejahatan dan perbuatan lainnya ketika itu mengakibatkan luka-luka; (2) Pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika mengakibatkan luka berat; (3) Pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika mengakibatkan orang mati.

Peristiwa itu terjadi di bawah flyover Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis (30/6) sekitar pukul 07.30 WIB. Tindakan penyerangan pelaku bermula saat polisi mencoba menegur HFR ketika berkendara melawan arah.

Bukannya bersikap kooperatif, pelaku justru melakukan penyerangan hingga menabrak polisi di lokasi. Mahasiswi HFR itu kemudian segera ditangkap dan diamankan ke Polres Metro Jakarta Timur.

Selain menabrak dan melakukan pemukulan kepada polisi, HFR sempat mencoba mengambil senjata milik Ipda RM. Beruntung, aksi itu berhasil digagalkan hingga pelaku diamankan ke Polres Metro Jakarta Timur.

(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT