ADVERTISEMENT

Pimpinan DPRD DKI Minta Pemprov Fokus Tekan BOR RS dan Perketat Prokes

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 06:45 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani.
Rani Mauliani (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di Jakarta karena peningkatan kasus harian Corona naik menjadi 14%. Wakil Ketua DPRD DKI Rani Mauliani meminta pemprov fokus menekan angka BOR makin meningkat dan memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).

Rani memahami masyarakat juga jenuh dengan penggunaan masker. Terlebih saat ini kondisi perekonomian sudah mulai kembali berjalan dan membuat masyarakat fokus terhadap pekerjaan.

"Ya rasanya memang masyarakat sudah sangat jenuh dengan situasi menakutkan dari pandemi. Bisa ditakar dari kita pribadi, rasanya pakai masker malah jadi lebih sesak, karena seakan ada dorongan penolakan atau kejenuhan dari otak kita ketika pakai masker," kata Rani kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

"Dan juga saat ini kondisi perekonomian baru mulai bangkit, banyak yang baru mulai kembali bekerja, sehingga mereka mungkin lebih berpikir harus bersiap melawan pandemi daripada melawan risiko kelaparan," lanjutnya.

Namun, Rani meyakini kasus Covid kini bisa dikendalikan layaknya penyakit flu dan BOR rumah sakit pun bisa ditekan. Rani meminta pemerintah kembali fokus penerapan regulasi.

"Sepanjang yang saya tahu, virus yang sekarang ini memang mudah menular tapi juga masih dapat dikendalikan layaknya flu yang biasa. Untuk bisa menekan angka BOR RS tanpa harus melihat kurva paparan, harusnya sudah jadi concern dan regulasi utama dari pemprov," ujarnya.

Rani meminta Pemprov untuk memperketat pengawasan prokes. Serta sosialisasi kepada masyarakat jika terkena gejala Covid.

"Terus memperketat prokes dan sosialisasi kepada masyarakat tentang hidup sehat dan langkah-langkah pertama bila terjadi reaktif pada diri sendiri dan lingkungan, ke mana atau bagaimana mereka mengatasinya sejak dini," tuturnya.

Selengkapnya di halaman berikut

Simak juga 'Update Corona RI 1 Juli: Ada 2.049 Kasus Baru, Ini Sebarannya':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT