ADVERTISEMENT

Satgas COVID: Booster Bakal Jadi Syarat Gunakan Fasilitas Publik

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 19:01 WIB
Wiku Adisasmito di detikcom Year in Review
Jubir Satgas COVID-19 Wilku Adisasmito (Foto: dok. 20detik)
Jakarta -

Pemerintah akan menjadikan vaksin dosis ketiga atau booster virus Corona (COVID-19) sebagai syarat penggunaan fasilitas umum atau fasilitas publik. Hal ini untuk mendorong peningkatan cakupan vaksin booster secara nasional.

"Saat ini, untuk kegiatan masyarakat berskala besar sudah mensyaratkan untuk wajib vaksin booster bagi pesertanya," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan oleh akun YouTube BNPB, Jumat (1/7/2022).

"Ke depannya, akan menjadi persyaratan juga untuk dapat memasuki fasilitas publik. Untuk itu, mohon segera melakukan vaksin booster, dan ajak seluruh keluarga dan kerabat untuk segera melakukannya," ujarnya.

Wiku menganggap cakupan vaksin booster nasional masih sangat kurang. Mayoritas daerah cakupan booster-nya kurang dari 30 persen.

"Cakupan vaksin booster masih belum signifikan, peningkatan di mana cakupan nasional baru sebesar 24 persen. Selain itu, 28 dari 34 provinsi cakupan vaksinnya masih di bawah 30 persen," ucapnya.

Hanya enam daerah yang cakupan vaksinnya di atas 30 persen. Bali menjadi daerah dengan cakupan vaksin booster tertinggi.

"Hanya Bali di atas 50 persen, disusul DKI dan Kepulauan Riau di atas 40 persen. DIY, Jawa Barat, Kalimantan Timur di atas 30 persen," ucap Wiku.

Simak video 'BPOM Minta Rekomendasi Nama Vaksin Merah Putih Internasional ke Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT