ADVERTISEMENT

Profil 3 Kandidat Hoegeng Awards 2022 Kategori Polisi Inovatif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 13:37 WIB
Kandidat Hoegeng Awards 2022
3 Polisi Inovatif Hoegeng Awards (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Polisi Inovatif menjadi satu dari tiga kategori dalam Hoegeng Awards 2022. Dalam kategori Polisi Inovatif, ada 3 sosok polisi yang dipilih Dewan Pakar Hoegeng Awards 2022 karena memiliki inovasi dalam tugasnya.

Tiga Polisi Inovatif ini adalah Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, dan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin. Ketiganya telah dipilih Dewan Pakar masuk 3 besar Hoegeng Awards 2022 kategori Polisi Inovatif.

Adapun Dewan Pakar Hoegeng Awards 2022 adalah Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, dan Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam.

Berikut ini profil 3 kandidat Polisi Inovatif Hoegeng Awards 2022:

1. Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto

Brigjen Eko Rudi Sudarto adalah polisi yang telah berupaya memenangkan hati dan pikiran warga Papua agar warga tidak tertarik dengan propaganda kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dia dikenal sebagai polisi yang berhasil menjalankan pemberdayaan sosial warga, bahkan di sarang KKB. Dia mengedepankan cara sosial-kemanusiaan, bukan dengan angkat senjata.

"Konsep soft approach 'to win heart and mind' bagi masyarakat Papua, khususnya di Pegunungan Tengah," ujar Eko dalam tulisannya, 'Humanis Polisi di Tanah Papua dalam Binmas Noken Polri'.

Kesaksian akan kiprah Brigjen Eko disampaikan oleh Jajang Yanuar kepada detikcom. Dia menjelaskan, Eko mempelopori Binmas (Pembinaan Masyarakat) Noken Papua sejak 2017.

Tugas Binmas Noken memang menjauhkan masyarakat dari rasa simpati terhadap KKB. Pendekatan soft approach diterapkan Brigjen Eko. Senjata tidak dia taruh di dada meski ada bahaya yang mengancam.

"Ini nggak mudah, karena untuk seseorang aparat keamanan masuk ke wilayah konflik dan dia senjatanya itu ditaruh di belakang, yang dikedepankan adalah hati, ini hal yang berat. Bisa saja dia ditembak mati di tempat, atau dibacok istilah katanya," kata Jajang Yanuar.

Brigjen Eko memberdayakan aspek sosial-ekonomi masyarakat Papua lewat cara pelatihan ternak. Utamanya, ternak babi. Agama Islam yang dianut Eko tak menghalanginya untuk memberdayakan masyarakat Papua dengan hewan yang memang biasa dipelihara di Papua itu.

Ternak yang dia pelopori di berbagai lokasi bervariasi. Ada satu kandang isi 10 ekor babi, ada pula di Timika satu kandang besar isi 100 ekor.

"Yang paling berkesan mungkin ternak babi. Karena Pak Eko sendiri agamanya Islam kan. Di sana soal upaya dia membantu masyarakat lewat ternak babi kemudian sama orang Papua disebut 'Haji Babi'. Itu jadi hal yang lucu, jadi jokes. Jadi 'Haji Babi' dia. Ha...ha," tutur Jajang.

Tak hanya ternak babi, Brigjen Eko juga memberi pelatihan ternak lebah madu Wamena. Semua itu dia jalankan.

Simak profil Kapolda Metro dan Kapolres Bogor di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Brigjen Eko Sudarto, Inovator Binmas Noken Pemikat Hati Warga Papua':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT