ADVERTISEMENT

Ini Profil 9 Besar Kandidat Penerima Hoegeng Awards 2022

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 13:09 WIB
Foto AKBP Irene diambil dari menpan.go.id
9 Besar Hoegeng Awards 2022 (Foto: dok ist)
Jakarta -

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2022 memilih 9 besar kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. Sembilan polisi terpilih itu berasal dari 3 kategori yang telah ditetapkan sebelumnya dengan masing-masing 3 polisi per kategori.

Adapun kategori yang telah disetujui Dewan Pakar sejak awal adalah Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, dan Polisi Berdedikasi. Penentuan 3 kategori itu juga ditentukan oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2022 yang terdiri dari Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, dan Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam.

Sembilan sosok polisi itu telah melalui tahapan seleksi dari puluhan ribu usulan yang masuk ke detikcom yang dibuka mulai 14 Maret hingga 9 Mei 2022. Dari 9 nama itu, Dewan Pakar akan memilih 3 polisi penerima penghargaan dengan masing-masing 1 orang dari 3 kategori yang ada.

Pengumuman 3 penerima Hoegeng Awards kategori Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, dan Polisi Berdedikasi akan diumumkan pada Jumat, 1 Juli 2022. Acara puncak penganugerahan akan digelar di Gedung The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, dan disiarkan langsung di detikcom.

Lalu, bagaimana sosok kesembilan polisi tersebut? Berikut ini profilnya:

Polisi Berintegritas

1. Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus

Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus dikenal sebagai sosok polisi yang antisuap. Sosok 54 tahun itu merupakan mantan penggawa KPK yang punya karakter positif berkesan di mata bawahan dan koleganya.

Mantan anak buah Akhmad Wiyagus di KPK, Sagita Hariadin, menyebut Irjen WIyagus saat itu masih berpangkal komisaris polisi (kompol) adalah pembelajar yang baik. Soal integritas, jangan ditanya lagi.

Selain antisuap dan berintegritas, Irjen Akhmad Wiyagus dikenal sebagai atasan yang tidak bisa ditawar-tawar bila memberikan tugas. Ketegasannya berkesan di hati bawahannya, salah satunya Kapolres Gorontalo Kota AKBP Suka Irawanto.

2. Anggota Satlantas Polres Gresik Aiptu Jailani

Nama Aiptu Jailani menjadi legenda. Mendiang polisi yang tugas terakhirnya sebagai Polantas di Gresik, Jawa Timur, itu dikenang rekan-rekan sesama polisi hingga masyarakat sipil.
Jailani diketahui meninggal dunia di usia 53 tahun pada Minggu (17/4) sekitar pukul 20.50 WIB lalu. Dia meninggal karena serangan jantung.

Selama menjadi anggota polisi, kejujuran dan sikap integritas Aiptu Jailani diakui oleh banyak orang. Bahkan dia pernah menilang istrinya sendiri yang melanggar lalu lintas.

Sikap jujur dan disiplin Aiptu Jailani itu sangat dikagumi oleh atasannya di Polres Gresik yakni AKP Engkos Sarkosi selaku Kasat Lantas Polres Gresik. Dia mengaku menjadi saksi hidup dari kebaikan Aiptu Jailani.

Engkos menyebut Aiptu Jailani memang tak tebang pilih menindak pelanggar lalu lintas. Bukan cuma istrinya sendiri, Aiptu Jailani disebut juga pernah menilang pejabat seperti anggota DPR dan KPK.

Aiptu Jailani dipercaya atasan memegang jabatan menjadi Baur SIM Satpas Polres Gresik. Engkos mengatakan tugas di posisi yang diduduki Aiptu Jailani sangat rawan terjadi penyimpangan berupa suap-menyuap. Tapi, Aiptu Jailani berkomitmen untuk menolak suap.

3. Kabag Reformasi Birokrasi Polri Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Irene Ayu Anggraini

AKBP Irene Ayu Anggraini menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Polri di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 2012. Dia bekerja dengan baik dan menolak gratifikasi.

Untuk memastikan pelayanan prima di Polsek dan Polres di seantero DIY, dia kerap melakukan inspeksi mendadak alias sidak. Dengan begitu, objek yang dia awasi tidak bisa lagi bersiap-siap untuk berpura-pura baik dalam melayani masyarakat.

Selain kontrol secara langsung ke polsek dan polres (sebagian secara mendadak), ada juga monitoring via aplikasi Elektronik Pembangunan Zona Integritas (EPZI) Polri. Dari situ diketahui soal komplain-komplain masyarakat terhadap pelayanan polisi.

Kerja-kerja AKBP Irene membuahkan hasil. Pelayanan kepolisian di wilayah DIY menjadi meningkat. Buktinya ada dalam penilaian penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Menurut pengakuan koleganya, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, AKBP Irene adalah sosok polisi jujur yang tidak mau menerima 'sangu' dari pihak yang dia kunjungi.

Irene sendiri menilai 'sangu' semacam itu sebagai bentuk gratifikasi. Sangu yang patut ditolak itu biasanya disodorkan bila dia berkunjung ke polres atau polsek. Dia senantiasa menolaknya.

Simak profil Polisi Inovatif dan Polisi Berdedikasi di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Kompolnas Harap Sosok Polwan Bisa Muncul di Hoegeng Award 2022':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT