ADVERTISEMENT

Beragamnya Kandidat Hoegeng Awards 2022

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 08:30 WIB
Foto AKBP Irene diambil dari menpan.go.id
9 besar kandidat Hoegeng Awards 2022 (Foto: dok ist)
Jakarta -

Tiga penerima Hoegeng Awards 2022 dari tiga kategori yang ditetapkan akan diumumkan pada 1 Juli 2022. Jauh sebelum dipilih 3 sosok polisi teladan itu, puluhan ribu pembaca detikcom mengusulkan beragam polisi menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022.

Dirangkum detikcom, Rabu (29/6/2022), proses pencarian 3 kategori Hoegeng Awards 2022 yakni Polisi Berintegritas, Polisi Inovatif, dan Polisi Berdedikasi, dibuka sejak Senin, 14 Maret 2022 dan ditutup pada Senin, 9 Mei 2022 pukul 24.00. Program 'Mencari Hoegeng Baru' ini disambut antusias masyarakat dengan total 67.840 usulan yang masuk.

Dari puluhan ribu usulan itu, lalu dikerucutkan menjadi 9 nama dengan 3 nominasi kandidat dalam setiap kategorinya. Sembilan nama yang dipilih oleh Dewan Pakar Hoegeng Awards 2022 itu terdiri dari berbagai macam latar belakang wilayah, suku, agama, pangkat hingga kesatuan.

Nantinya, Dewan Pakar akan memilih 3 polisi dari masing-masing kategori itu ada 1 penerima Hoegeng Awards 2022. Penerima Hoegeng Awards akan diumumkan pada Jumat, 1 Juli 2022 mendatang.

Berikut profil singkat 9 besar Hoegeng Awards 2022:

Kategori Polisi Berintegritas

1. Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus

Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus dikenal sebagai sosok polisi yang antisuap. Sosok 54 tahun itu merupakan mantan penggawa KPK yang punya karakter positif berkesan di mata bawahan dan koleganya.

Mantan anak buah Akhmad Wiyagus di KPK, Sagita Hariadin, menyebut Irjen WIyagus saat itu masih berpangkal komisaris polisi (kompol) adalah pembelajar yang baik. Soal integritas, jangan ditanya lagi.

Selain antisuap dan berintegritas, Irjen Akhmad Wiyagus dikenal sebagai atasan yang tidak bisa ditawar-tawar bila memberikan tugas. Ketegasannya berkesan di hati bawahannya, salah satunya Kapolres Gorontalo Kota AKBP Suka Irawanto.

2. Anggota Satlantas Polres Gresik Aiptu Jailani

Nama Aiptu Jailani menjadi legenda. Mendiang polisi yang tugas terakhirnya sebagai Polantas di Gresik, Jawa Timur, itu dikenang rekan-rekan sesama polisi hingga masyarakat sipil.
Jailani diketahui meninggal dunia di usia 53 tahun pada Minggu (17/4) sekitar pukul 20.50 WIB lalu. Dia meninggal karena serangan jantung.

Selama menjadi anggota polisi, kejujuran dan sikap integritas Aiptu Jailani diakui oleh banyak orang. Bahkan dia pernah menilang istrinya sendiri yang melanggar lalu lintas.

Sikap jujur dan disiplin Aiptu Jailani itu sangat dikagumi oleh atasannya di Polres Gresik yakni AKP Engkos Sarkosi selaku Kasat Lantas Polres Gresik. Dia mengaku menjadi saksi hidup dari kebaikan Aiptu Jailani.

Engkos menyebut Aiptu Jailani memang tak tebang pilih menindak pelanggar lalu lintas. Bukan cuma istrinya sendiri, Aiptu Jailani disebut juga pernah menilang pejabat seperti anggota DPR dan KPK.

Aiptu Jailani dipercaya atasan memegang jabatan menjadi Baur SIM Satpas Polres Gresik. Engkos mengatakan tugas di posisi yang diduduki Aiptu Jailani sangat rawan terjadi penyimpangan berupa suap-menyuap. Tapi, Aiptu Jailani berkomitmen untuk menolak suap.

3. Kabag Reformasi Birokrasi Polri Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Irene Ayu Anggraini

AKBP Irene Ayu Anggraini menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Polri di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak 2012. Dia bekerja dengan baik dan menolak gratifikasi.

Untuk memastikan pelayanan prima di Polsek dan Polres di seantero DIY, dia kerap melakukan inspeksi mendadak alias sidak. Dengan begitu, objek yang dia awasi tidak bisa lagi bersiap-siap untuk berpura-pura baik dalam melayani masyarakat.

Selain kontrol secara langsung ke polsek dan polres (sebagian secara mendadak), ada juga monitoring via aplikasi Elektronik Pembangunan Zona Integritas (EPZI) Polri. Dari situ diketahui soal komplain-komplain masyarakat terhadap pelayanan polisi.

Kerja-kerja AKBP Irene membuahkan hasil. Pelayanan kepolisian di wilayah DIY menjadi meningkat. Buktinya ada dalam penilaian penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Menurut pengakuan koleganya, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, AKBP Irene adalah sosok polisi jujur yang tidak mau menerima 'sangu' dari pihak yang dia kunjungi.

Irene sendiri menilai 'sangu' semacam itu sebagai bentuk gratifikasi. Sangu yang patut ditolak itu biasanya disodorkan bila dia berkunjung ke polres atau polsek. Dia senantiasa menolaknya.

Simak 2 kategori Hoegeng Awards 2022 lainnya di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Kompolnas Harap Sosok Polwan Bisa Muncul di Hoegeng Award 2022':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT