ADVERTISEMENT

Cegah Penyebaran Penyakit, Pemkab Serang Gencarkan Imunisasi Anak

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 20:33 WIB
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam sosialisasi dan koordinasi bulan imunisasi anak
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di acara Sosialisasi dan Koordinasi Bulan Imunisasi Anak (Foto: Pemkab Serang)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Serang menggencarkan imunisasi untuk anak. Hal ini dilakukan lantaran penularan penyakit berpotensi tinggi dengan letak geografis Kabupaten Serang yang berada pada lintasan penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Hal ini disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam sosialisasi dan koordinasi bulan imunisasi anak nasional di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang. Menurutnya, risiko penyebaran penyakit pada anak dapat dikurangi melalui imunisasi.

"Potensi penyakit yang bisa terjadi pada anak yakni campak, polio, rubela, difteri, hepatitis B, makanya imunisasi ini sangat penting," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6/2022).

Kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg. Agus Sukmayadi, para camat, kepala puskesmas dan stakeholder kesehatan.

Diketahui, berdasarkan analisis risiko campak rubella dengan menggunakan data tiga tahun terakhir, Kabupaten Serang bersama dengan Kota Tangerang Selatan termasuk dalam wilayah dengan risiko sedang di Provinsi Banten.

"Sedangkan enam kabupaten kota lainnya termasuk dalam wilayah dengan risiko tinggi," ungkap Tatu.

Ia menjelaskan selama pandemi COVID-19, imunisasi di Kabupaten Serang terhambat sehingga berdampak pada capaiannya yang menurun.

"Bulan imunisasi akan dilakukan pada Agustus serentak secara nasional dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menyukseskannya, yang melibatkan lintas sektor," tambahnya.

Tatu juga meminta kepada masyarakat agar mau mengimunisasi anaknya. "Karena masih ada orangtua yang menganggap imunisasi itu tidak penting," ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Istianah Hariyanti menerangkan ada dua kegiatan yang akan dilakukan melalui program imunisasi ini. Pertama, kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak rubela secara massal, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Kemudian, pihaknya juga akan berbagi tugas dengan instansi lainnya melalui Satgas yang sudah dibentuk. "Tugas Satgas ini merencanakan kegiatan, menentukan sasaran, hingga menggerakkan sasaran ke tempat imunisasi," ujarnya.

Isti mengungkapkan saat ini pihaknya akan menyiapkan tempat imunisasi di berbagai fasilitas, mulai dari Posyandu, fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga fasilitas lainnya seperti PAUD dan sekolah.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT