ADVERTISEMENT

Saksi Sebut Eks Bupati Koltim Beri Uang Operasional ke Sukarman Loke soal PEN

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 19:15 WIB
Sidang kasus dugaan suap dana PEN
Sidang kasus suap dana PEN (Zunita Amalia/detikcom)
Jakarta -

Kepala Bappeda Litbang Kolaka Timur periode 2016-2021, Mustaqim Darwis, mengaku pernah diminta mantan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya untuk menyerahkan uang operasional ke Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna, Sukarman Loke. Uang diserahkan karena Sukarman sudah membantu Andi mengurusi permohonan dana PEN Koltim.

Awalnya, Mustaqim mengaku pernah diminta Sukarman Loke membelikan tiket dan hotel karena Sukarman merasa dirinya sudah membantu Koltim mendapatkan dana PEN yang disetujui Kemendagri. Namun, saat itu Mustaqim menolak dan meminta Sukarman agar meminta langsung ke Andi Merya.

"Ya, saya bilang saya tidak bisa. silakan ke Bu bupati langsung," kata Mustaqim saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Menurut Mustaqim, saat itu Andi Merya memberikan uang ke Sukarman. Sebab, Mustaqim melapor ke Andi perihal permintaan uang.

"Saya sampaikan ke Bupati, bahwa Pak Sukarman minta dibantu untuk tiket dan hotel," katanya.

Mustaqim menyebut Andi saat itu memberikan uang Rp 50 juta ke Sukarman. Uang diserahkan ke Sukarman melalui Mustaqim.

"Rp 50 juta untuk operasional, untuk tiket dan hotel, bupati mengambil uang kemudian nitip ke sopir saya, sopir saya sampaikan bahwa ada titipan kepada pak Sukarman," jelas Mustaqim.

Dakwaan Ardian dkk

Dalam sidang ini, mantan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto didakwa menerima suap Rp 2,405 miliar dari Bupati Kolaka Timur Andi Merya dan LM Rusdianto Emba. Ardian didakwa menerima suap berkaitan dengan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kolaka Timur 2021.

"Terdakwa M Ardian Noervianto bersama-sama dengan Laode M Syukur dan Sukarman Loke menerima hadiah atau janji, yakni menerima uang seluruhnya Rp 2.405.000.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut dari Andi Merya selaku Bupati Kolaka Timur dan LM Rusdianto Emba," ujar jaksa KPK saat membaca dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kamis (16/6).

Dia didakwa bersama-sama Sukarman Loka adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna. Sedangkan Laode adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna.

Ardian dkk didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(zap/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT