ADVERTISEMENT

Penjelasan Bupati Kepulauan Seribu soal Temuan Helipad di Pulau Panjang

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 17:52 WIB
Bupati Kepulauan Seribu Junaedi
Bupati Kepulauan Seribu Junaedi (WIldan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menemukan helipad ilegal saat melakukan sidak ke Pulau Panjang, Kepulauan Seribu. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi memberikan penjelasan mengenai temuan helipad itu.

"Bukan ilegal itu. Jadi gini itu dulu rencana akan dibangun helipad itu tahun 2005 kalau nggak salah. Sebenarnya itu kami di sana membangun suatu destinasi wisata," kata Junaedi di kantornya, Kamis (30/6/2022).

"Karena Pulau Seribu itu sebagai wisata destinasi, tujuan wisata. Kalau kita nggak dipercantik siapa yang mau datang. Itu kalau aset, aset-aset Pemda," imbuhnya.

Junaedi menyebut pihaknya hanya merenovasi helipad tersebut. Sementara itu, pembangunan dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Rachman Andit, bertepatan dengan proyek bandar udara atau landasan pacu di Pulau Panjang.

"Helipad itu sebenarnya nggak fokus helipad, cuma dulu pernah akan dijadikan helipad. Sehingga untuk menarik wisatawan kita cat. (Dibangun) dulu, tahun bupatinya Rachman Andit yang bermasalah. Itu bermasalah nggak boleh, karena bukan kewenangan bupati," ujarnya.

Junaedi menyebut pihaknya tidak melegalkan helipad itu untuk digunakan. Namun masih ada beberapa orang yang berkunjung ke Pulau Panjang dan mendaratkan heli di sana.

"Seharusnya (nggak bisa digunakan). Itu hanya mempercantik doang. Itu aset Pemda sudah tercatat. Pajangan untuk menarik orang yang kalau mau wisata religi ke makam Sultan Maulana Mahmud Zakaria silakan itu saja. Ada, ada yang suka mendarat di sana," ujarnya.

Junaedi menambahkan, helipad tersebut juga kerap kali digunakan untuk hal yang bersifat darurat.

"Itu hanya untuk darurat saja. Dan itu kita percantik saja, tidak ada konsep lain untuk menyediakan orang, nggak. Siapa pun silakan ketika darurat. Karena kan ketika darurat ada masalah melihat situasi dan kondisi cuaca harus pakai heli," jelasnya.

Siap Penuhi Panggilan DPRD DKI

Sebagai informasi, DPRD DKI Jakarta berencana memanggil pihak terkait, termasuk Bupati Kepulauan Seribu, untuk melakukan klarifikasi terkait adanya helipad ilegal tersebut.

Menyikapi adanya panggilan tersebut, Junaedi menyebut siap melakukan klarifikasi. Dia akan menjelaskan fungsi helipad yang ada di Pulau Panjang tersebut.

"Siap akan memenuhi (panggilan), saya jelaskan. Tugas saya kan membangun. Saya siap, akan menjelaskan. Sekali lagi itu bukan bandara itu hanya percantikan saja kan menarik," pungkasnya.

Lihat juga Video: Bea Cukai Asahan Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 3,7 M

[Gambas:Video 20detik]




(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT