ADVERTISEMENT

Polri Janji Transparan Terkait Hasil PK Sidang Etik AKBP Brotoseno

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 16:59 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk menjadi pimpinan sidang peninjauan kembali (PK) terhadap putusan etik AKBP Brotoseno. Polri menjamin hasil PK atas putusan sidang etik Brotoseno akan disampaikan secara transparan ke masyarakat.

"Yang jelas apa pun keputusan yang nanti diputuskan Komisi PK kami transparan untuk menyampaikan ke publik," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Meski begitu, Ramadhan belum dapat memastikan PK sidang Brotoseno dapat digelar secara umum atau tidak. Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan teknis.

"(Terbuka) umum atau tidak apakah keputusan nanti kami akan sampaikan ke publik. Tapi masalah umum ditonton sama umum itu teknis. Saya tidak tahu teknis seperti apa, itu adalah kewenangan komisi," papar Ramadhan.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan PK terhadap putusan sidang etik Brotoseno sudah berjalan sejak Rabu (29/6) kemarin hingga 14 hari ke depan.

"Kita tunggu saja kalau 14 hari setelah waktu yang diputuskan. Tanggal kami hitung dari Tanggal 29 Juni sampai 14 hari," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Peninjauan Kembali (PK) untuk melakukan peninjauan kembali (PK) atas putusan sidang etik AKBP Brotoseno telah disahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk menjadi pimpinan sidang PK terhadap putusan etik Brotoseno.

"Bapak Kapolri menunjuk sebagai pimpinan sidang nantinya, sidang KKEP PK terhadap Saudara AKBP BS adalah Bapak Wakapolri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Anggota Komisi PK itu dipimpin langsung oleh Irwasum Mabes Polri Komjen Agung Budi Maryoto, dengan beranggotakan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Kadivkum Polri Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto, dan As SDM Kapolri Irjen Wahyu Widada.

(rak/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT