ADVERTISEMENT

Perumahan Mewah di Jakut Diserbu Kawanan Monyet Makaka, BKSDA Khawatir

Antara News - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 15:11 WIB
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) membawa sampah air minum dalam kemasan yang dilemparkan warga di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke pada Jumat (26/3/2021) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) membawa sampah air minum dalam kemasan yang dilemparkan warga di kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke pada Jumat (26/3/2021) (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc)
Jakarta -

Spesies monyet ekor panjang makaka mendatangi perumahan mewah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) khawatir atas keadaan tersebut.

Monyet makaka itu diduga mendatangi rumah mewah di pesisir laut itu karena tergiur makanan manusia. Petugas BKSDA di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Aripin, menduga kawanan monyet makaka itu tertarik pada makanan manusia yang kadang disimpan di rumah warga Pluit Karang Asri sebagai persembahan atau sisa makanan yang dibuang ke tempat sampah.

"Takutnya kalau mengambil dari makanan masyarakat, terganggu juga habitatnya itu di sini. Padahal, di sini ada makanan mereka, salah satunya mangrove pidada dan nipah," kata Aripin seperti dilansir Antara, Kamis (30/6/2022).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/6). Aripin menduga warga perumahan tidak berniat memberi makanan kepada makaka.

Menurutnya, kawanan spesies monyet ekor panjang itu tertarik karena jarak antara kawasan konservasi alam dan permukiman penduduk yang dekat.

Makaka merupakan salah satu spesies asli penghuni kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke. Primata ini sebetulnya memiliki makanan asli sesuai habitatnya, yaitu berupa mangrove pidada dan nipah.

Kekhawatiran BKSDA

Kebiasaan makaka mencari makanan manusia, lanjutnya, diduga karena masyarakat sering memberi makan kalau bertemu mereka. Kondisi ini membuat BKSDA khawatir.

Pihak BKSDA pernah mengimbau masyarakat tidak memberi makan untuk monyet di sana supaya perbuatan itu tidak mempengaruhi kebiasaan asli mereka mengonsumsi pidada dan nipah.

"Selalu di pinggir jalan itu kalau banyak masyarakat mengasih makan, dia (makaka) terlalu mengumpul di situ. Jadi kami imbau masyarakat tidak mengasih makan," kata Aripin.

Aripin memastikan jumlah mangrove dan nipah di Suaka Margasatwa Muara Angke cukup untuk konsumsi kawanan makaka di kawasan konservasi itu, yang diperkirakan jumlahnya 60-100 ekor.

Tapi buah-buahan seperti pisang dan apel dari masyarakat diduga juga menarik bagi makaka. Kalau itu diberikan, mereka akan buru-buru menghampiri meski di pinggir jalan.

Kemungkinan, makaka yang menyambangi perumahan mewah di Pluit itu salah satunya dari SMMA. Tapi sekarang, menurut Aripin, monyet ekor panjang itu seperti sudah menetap di perumahan Pluit Karang Asri.

"Kalau saya lihat itu di Blok 10 (Jalan Pluit Karang Asri Blok 10 RW 013 Kelurahan Pluit). Itu ada salah satunya (kumpul) di sana," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Hendra 'Ayah Sejuta Anak', Tampung 55 Bayi yang Terbuang

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT