ADVERTISEMENT

KPK Eksekusi Terpidana Kasus Perum Jasa Tirta II ke Lapas Tangerang

M Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 10:39 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK mengeksekusi Andririni Yaktiningsasi (AY) yang terlibat kasus korupsi Perum Jasa Tirta II. Andririni dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Tangerang.

"Jaksa Eksekutor KPK, (29/6) telah selesai melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bandung yang mempunyai kekuatan hukum tetap dengan terpidana Andririni Yaktiningsasi ke Lapas Klas II A Tangerang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Andririni akan menjalani masa hukuman 4 tahun penjara. Dia juga diwajibkan membayar denda Rp 400 juta dan uang pengganti Rp 2,6 miliar.

"Kewajiban membayar pidana denda sebesar Rp 400 juta dan juga membayar pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 2,6 miliar," ujar Ali.

Kasus ini berawal ketika Djoko Saputro menjabat menjabat sebagai Dirut Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II pada 2016. Saat itu, dia meminta dilakukan relokasi anggaran dengan cara mengalokasikan tambahan anggaran pada pekerjaan pengembangan SDM dan strategi korporat yang awalnya Rp 2,8 miliar menjadi Rp 9,55 miliar.

Setelah itu, Djoko menunjuk Andririni sebagai pelaksana dari kedua proyek itu. Andririni menggunakan bendera perusahaan PT BMEC (Bandung Management Economic Center) dan PT 2001 Pangripta.

Pada akhirnya, realisasi untuk kedua proyek itu adalah Rp 5.564.413.800. Berbagai penyimpangan disebut dilakukan Djoko dan Andririni seperti nama-nama ahli dalam kontrak yang diduga hanya dipinjam dan dimasukkan sebagai formalitas, pelaksanaan lelang yang rekayasa, dan membuat penanggalan mundur dokumen administrasi atau backdate.

"Diduga kerugian negara setidak-tidaknya Rp 3,6 miliar yang merupakan dugaan keuntungan yang diterima atau setidaknya lebih dari 66 persen pembayaran yang telah diterima," sebut Kabiro Humas KPK saat itu Febri Diansyah, Jumat (7/12/2018).

Djoko Saputro kemudian didakwa melakukan korupsi hingga Rp 4,9 miliar lebih dan telah divonis selama 5 tahun penjara.

Simak juga 'Eks Dirut PNRI Didakwa Korupsi Pengadaan e-KTP':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT