ADVERTISEMENT

Polisi Tahan 6 Pelajar SMA di Jaksel Terkait Pengeroyokan Adik Kelas

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 22:58 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Polisi telah menangkap enam pelaku pengeroyokan kepada salah satu siswa SMAN 70 Jakarta. Aksi pengeroyokan itu disebut terjadi di luar jam belajar sekolah.

"Kejadiannya ada dugaan itu di luar jam sekolah sehingga ini juga perlu kami lakukan pendalaman, apakah ada kaitannya dengan proses yang terjadi di sekolah tersebut atau memang karena kebetulan saja," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Budhi mengatakan tindakan pengeroyokan itu terjadi pada Mei 2022. Total ada enam orang terlibat dalam kasus tersebut.

Para tersangka dan korban rupanya merupakan pelajar di SMAN 70 Jakarta. Korban merupakan adik kelas dari para pelaku.

"Jadi korbannya merupakan adik kelas dari kakak kelas yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban adik kelasnya tersebut," jelas Budhi.

Satu Orang Sempat Jadi DPO

Polisi sempat menetapkan satu orang pelaku kasus tersebut sebagai daftar pencarian orang (DPO). Pelaku diketahui bernama Damara Altaf Alawdin atau Mantis (18).

Damar diketahui merupakan pelaku utama dari tindakan pengeroyokan tersebut. Dia lalu dapat ditangkap polisi pada Selasa (28/6).

"Semuanya sudah diamankan dan sudah ditetapkan penahanan di Polres Metro Jakarta Selatan," terang Budhi.

Motif Senioritas

Seorang pelajar SMAN 70 Jakarta Selatan bernama Damara Altaf Alawdib atau Mantis (18) telah ditangkap atas tindakan pengeroyokan kepada seorang adik kelasnya. Tindakan itu rupanya dipicu persoalan senioritas.

"Ada arogansi kelompok gitu. Masalah pergaulan itu. Korban ini adik kelas mereka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Rabu (29/6/2022).

Polisi belum menjelaskan lebih jauh persoalan yang memotivasi terjadinya tindakan pengeroyokan kepada para pelaku. Ridwan baru menuturkan para tersangka melakukan aksinya didorong sikap senioritas kepada adik kelas.

"Salah satunya itu senioritas, masalah geng-geng itu," terang Ridwan.

detikcom telah mencoba menghubungi pihak SMAN 70 Jakarta terkait kasus tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak sekolah.

(ygs/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT