ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Senioritas Pemicu Pengeroyokan Siswa SMA di Jaksel

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 15:07 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Dok. Detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap remaja inisial DAA alias Mantis (18), DPO kasus pengeroyokan terhadap pelajar SMA 70 Jakarta. Polisi mengungkap pengeroyokan dipicu masalah senioritas.

"Ada arogansi kelompok gitu. Masalah pergaulan itu. Korban ini adik kelas mereka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat dihubungi, Rabu (29/6/2022).

Kasus pengeroyokan itu terjadi pada Mei 2022. DAA bersama lima temannya mengeroyok korban yang merupakan adik kelasnya.

Damara Altaf bahkan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi kemudian menangkapnya pada Selasa (28/6) malam.

Ridwan mengatakan DAA merupakan pelaku utama dalam tindakan tersebut.

"(Pasal) 170 KUHP kan bersama-bersama beberapa orang. Tapi dia yang paling dominan. Korbannya adik kelas mereka," katanya.

Polisi belum menjelaskan lebih jauh persoalan yang mendorong terjadinya tindakan pengeroyokan kepada para pelaku. Ridwan baru menuturkan para tersangka melakukan aksinya didorong sikap senioritas kepada adik kelas.

"Salah satunya itu senioritas, masalah geng-geng itu," terang Ridwan.

Pelaku Sempat Ditetapkan DPO

Polres Metro Jakarta Selatan sempat menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap seorang pria bernama DAA atau Mantis (18). Dia dicari lantaran diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap anak di bawah umur.

Adapun ciri-ciri pelaku adalah pria berusia 18 tahun dengan kulit berwarna sawo matang, badan kurus, dan berwajah kotak. Pihak kepolisian menyampaikan yang bersangkutan diduga telah melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur dan pengeroyokan.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh Kasatreksrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit. Dia membenarkan DAA merupakan DPO Polres Jakarta Selatan.

"Terkait penanganan kasus di PPA (Pasal) 170 (KUHP)," kata Ridwan saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/6).

detikcom telah mencoba menghubungi pihak SMA 70 terkait kasus tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan pihak SMA 70 Jakarta belum memberikan tanggapan.

(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT