ADVERTISEMENT

PKB DKI Tuding Manajemen Holywings Bohong soal Tak Tahu Promo Miras

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 20:51 WIB
DPRD hari ini menggelar rapat bersama Pemprov DKI Jakarta dan manajemen Holywings.
DPRD menggelar rapat bersama Pemprov DKI Jakarta dan manajemen Holywings. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Manajemen Holywings mengaku tidak mengetahui soal promo minuman keras (miras) untuk nama 'Muhammad' dan 'Maria' yang dibuat oleh tim kreatif saat rapat dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD tak yakin dengan pengakuan dari manajemen itu.

Dalam rapat itu, awalnya anggota DPRD DKI Jakarta dari F-Gerindra, Ichwanul Muslimin, mengaku tak membutuhkan permintaan maaf dari manajemen Holywings. Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan manajemen dalam rapat hari ini bentuk pembelaan diri semata.

"Enggak usah lah minta maaf, cukup langsung terus terang saja, tidak usah membela diri kita tidak tahu ini, lalu tim kreatif kita kasih sanksi," kata Ichwanul saat rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).

Ichwanul menyoroti pernyataan manajemen yang menyebut terbiasa membuat promo minuman beralkohol dengan nama-nama tertentu, tetapi mengaku kebobolan dengan promo nama Muhammad dan Maria. Dia lantas meminta manajemen jangan melakukan pembohongan publik.

"Kebohongan publik tadi, bahaya Bapak, karena sudah 10 gambar Bapak perlihatkan sudah biasa nama-nama ini, tiba-tiba nama Muhammad dan Maria tidak tahu, berbohong Bapak. Kalau enggak state kita bukan orang-orang bodoh yang bisa melihat kata-kata Bapak ini," tegasnya.

Senada dengan Ichwanul, anggota DPRD DKI Jakarta dari F-PKB, Hasbiallah Ilyas, juga menyebut Holywings sedang berbohong di hadapan publik. Dia kemudian membandingkan manajemen Holywings dengan manajemen di toko kelontong.

"Holywings ini menurut saya dia pembohongan publik. Dia bilang manajemennya nggak tahu, nggak mungkin, Pak. Uang di kelontongan aja dia tahu kok hari ini rokok laku berapa, yang manajemennya (cuman) dijaga 1 orang," ucap Hasbiallah.

Ketua Fraksi PKB itu juga mewanti-wanti Pemprov DKI. Jangan sampai, peristiwa Holywings itu terjadi kembali.

"Ini hati-hati, Pak. Jari ini ditutup, mungkin besok dia bakal buka lagi, pasti diakalin. Namanya akan diubah lagi, kecolongan lagi kecolongan lagi. Tolonglah Pak Kadis Pariwisata. Ini jangan sampai kejadian Holywings-Holywings berikutnya, Pak," tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat (PD) Nur Afni juga mengaku heran atas pernyataan manajemen Holywings yang tak tahu-menahu soal promo minuman beralkohol bagi pelanggan bernama Muhammad dan Maria. Dia lantas mempertanyakan apa tujuan Holywings membuat promo berbau SARA itu.

"Apa bedanya dengan botol minuman itu namanya Muhammad dan Maria kan gitu, kok bisa kepikiran tanpa sadar gitu? Bapak sehat jasmani rohani? Itu kan pertanyaan kita semua," kata Afni.

Selain itu, Afni juga meminta supaya Pemprov DKI berlaku adil terhadap usaha lainnya dalam menerbitkan izin. Dia juga menyoroti Holywings yang mengantongi izin restoran, tetapi turut mengoperasionalkan bar di dalamnya. Atas hal ini, dia meminta supaya pengusaha menjalankan bisnisnya sesuai dengan perizinan yang diajukan.

"Jangan kalau masyarakat mau buka izin restoran itunya harus dipenuhi sama PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) ketika bikin IMB. Tapi Holywings tidak dipenuhi izin dasarnya," ujarnya.

"Ketika Anda mau buka restoran berbasis bar anda harus penuhi dari struktur bukan hanya dari struktur izin wisatanya tapi dari izin bangunannya harus dipenuhi," sambungnya.

Manajemen Holywings Ngaku Kecolongan

Sebelumnya diberitakan, DPRD hari ini menggelar rapat bersama Pemprov DKI Jakarta dan manajemen Holywings. Dalam rapat itu, manajemen kembali menyampaikan permintaan maaf.

"Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada umat Islam dan Nasrani, maupun kepada seluruh umat beragama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh kemasyarakatan, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan di Indonesia," kata General Manajer Holywings Yulis Setiawan saat rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/6).

"Kami menyadari apa yang telah dilakukan tim kreatif atau promosi dari Holywings dan tidak diketahui pihak manajemen Holywings adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak dibenarkan yang menimbulkan kegaduhan di tengah tengah masyarakat Indonesia," sambungnya.

Yuli kemudian menjelaskan promo minuman beralkohol itu merupakan kegiatan rutin yang sudah berjalan selama 3 bulan dan selama seminggu sekali nama-nama yang dipakai untuk promo selalu diganti.

"Seperti contoh nama Tomi dan Bima. Apabila nama tersebut sesuai dengan ID atau KTP datang ke Holywings akan dapat free minuman sesuai yang ada dalam materi promosi," jelasnya.

Selain itu, hanya sejumlah outlet Holywings di Indonesia yang memberlakukan promo minuman beralkohol itu. Terkait penggunaan nama 'Muhammad dan Maria', Yuli mengaku pihaknya kecolongan atas tim promosi Holywings.

Simak Video: BM PAN Sumut 'Segel' Holywings, Minta Pemkot Medan Tinjau Izin

[Gambas:Video 20detik]



(lir/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT