ADVERTISEMENT

Legislator PKS Apresiasi Misi Damai Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 15:59 WIB
Politisi PKS Sukamta.
Sukamta (Dok. fraksi.pks.id)
Jakarta -

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Sukamta mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkunjung ke Ukraina untuk selanjutnya ke Rusia demi perdamaian. Sukamta mendukung misi perdamaian dunia yang dibawa Jokowi.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang berencana akan menemui Presiden Rusia dan Ukraina untuk misi perdamaian dan kemanusiaan. Keberangkatan Presiden ini harus didukung bersama dan semoga Indonesia akan kembali memainkan peran signifikan dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia, karena perang ini membawa dampak negatif bagi kita semua," kata Sukamta dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6/2022).

Anggota Komisi I DPR ini juga mendukung Jokowi membawa misi terkait pangan dan energi. Sebab, katanya, sektor tersebut sangat terkena dampak akibat perang Rusia-Ukraina.

"Harga barang-barang semakin mahal. Di beberapa negara inflasi meningkat tajam. Negara-negara Afrika sangat terpengaruh oleh krisis akibat perang ini. Harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk semakin melonjak. Konflik ini juga berdampak pada meningkatnya ancaman krisis pangan dan energi global," ujarnya.

"Karenanya, Indonesia juga penting untuk membawa misi tentang pangan dan energi," lanjut Sukamta.

Sukamta mengatakan, sejak awal, dia mendorong agar Indonesia bisa memainkan peran konkret dalam menghentikan peperangan dan mewujudkan perdamaian antarnegara yang bertikai saat rapat bersama Kemenlu RI. Dia mengapresiasi Jokowi yang telah melakukan langkah konkret tersebut.

"Kunjungan Jokowi ini merupakan langkah konkret tersebut, yang tentunya tidak terlepas dari tanggung jawab Indonesia yang saat ini ditunjuk sebagai Presidensi G20. Ini tanggung jawab berat, karena diemban pada situasi yang tidak mudah, pandemi belum resmi berakhir dan terjadinya perang Ukraina-Rusia," lanjutnya.

Ketua DPP PKS ini menilai kondisi itu menjadi tantangan yang sangat menarik untuk kita hadapi. Sikap kepemimpinan Indonesia kata Sukamta akan mendapatkan akan dikenang 20-30 tahun ke depan sebagai Presidensi G20 jika menjadi penengah Rusia dan Ukraina.

"Tentu kita semua berharap pertemuan dengan 2 pemimpin negara yang sedang bertikai tadi membawa hasil yang sangat berarti bagi proses penghentian perang dan terciptanya perdamaian. Agar kita semua bisa segera pulih dari keterpurukan ekonomi sebagai dampak dari pandemi," ujarnya.

(eva/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT