ADVERTISEMENT

Anies Diingatkan Tambahan Pengangguran Usai Izin Holywings Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 06:50 WIB
Satpol PP DKI Jakarta menyegel 12 outlet Holywings di wilayah Jakarta. Salah satunya adalah outlet Holywings Mega Kuningan. Ini fotonya.
Ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings di Ibu Kota. Legislator mengingatkan soal tambahan angka pengangguran karena adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai Holywings.

Adalah anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad yang mengingatkan Anies perihal ancaman PHK itu. Kamrussamad mengatakan ekonomi masyarakat yang mulai bangkit harus dijaga.

"Bagaimanapun, kita harus jaga ekonomi masyarakat yang sedang pulih. Jangan sampai ada ancaman PHK di tengah momentum pemulihan ekonomi, apalagi kemiskinan di Jakarta masih mengalami peningkatan," kata Kamrussamad dalam keterangan tertulis, Selasa (28/6/2022).

Kamrussamad menyadari bahwa pemberian dan pencabutan izin usaha memang ada pada ranah pemda setempat. Dia menyebut, jika ada izin usaha yang tidak sesuai, perlu dievaluasi.

"Pemberian dan pencabutan izin usaha itu kewenangan pemda. Ketika ada hal yang tidak sesuai aturan, wajib dievaluasi izin usahanya," kata anggota DPR dapil Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, itu.

Meski demikian, Kamrussamad menilai Pemprov DKI juga perlu mengantisipasi dampak pencabutan izin usaha Holywings terhadap ribuan pekerjanya. Dia mendorong Anies menggandeng Bank DKI untuk memfasilitasi modal usaha bagi para pekerja yang bakal terdampak.

"Tapi, pemda juga perlu antisipasi 3.000 karyawan Holywings yang terdampak, khususnya ber-KTP Jakarta. Gubernur Anies bisa menggandeng Bank DKI, fasilitasi para pekerja Holywings dengan modal usaha," ujarnya.


12 Outlet Holywings di Jakarta Ditutup

Satpol PP DKI Jakarta telah menyegel 12 outlet Holywings di wilayahnya. Penyegelan dilakukan menyusul dicabutnya izin usaha di 12 outlet Holywings Jakarta.

Penyegelan 12 outlet Holywings dilakukan berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dan Pergub DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata dan juga berdasarkan Surat Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor e-0535/PW.01.02 tanggal 27 Juni 2022 perihal Rekomendasi Pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Rekomendasi Penutupan Tempat Usaha Holywings Group yang berada di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Kemudian, Surat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Nomor 3862/-1.91 tanggal 27 Juni 2022 perihal Rekomendasi Pencabutan Izin dan Surat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nomor e-0389/TM.04.04 tanggal 27 Juni 2022 perihal Pencabutan Izin (NIB dan/atau Sertifikat Standar/Izin).

Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan Pemprov DKI Jakarta terkait kasus promosi minuman keras yang menyinggung SARA dengan memberikan minuman gratis khusus bagi masyarakat yang bernama Muhammad dan Maria.

Setelah promosi tersebut ramai, Pemprov DKI melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai izin penjualan minuman keras di tempat yang ternyata tidak dimiliki oleh Holywings.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan Video 'Penjelasan Satpol PP DKI soal Penyegelan 12 Outlet Holywings':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT