Tim Independen KLH Soroti Pencemaran di Pulau Seribu
Selasa, 13 Jun 2006 13:48 WIB
Jakarta -
Tim independen dari KLH akan meninjau lokasi pencemaran lingkungan yang terjadi Kepulauan Seribu 19 Juni nanti. Di wilayah ini, pencemaran sudah sampai taraf yang mengkhawatirkan.Rencana Tim Independen KLH itu disampaikan Bupati Pulau Seribu Djoko Ramadan kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/6/2006)."Mereka akan meninjau Pulau Pramuka terkait pencemaran lingkungan di Kepulauan Seribu yang makin parah," kata Djoko.Dalam kunjungan itu, tegas Djoko, ia akan menagih hasil penelitian KLH pada tahun 2003 yang telah menemukan terbal (gumpalan minyak) yang identik dengan milik salah satu perusahaan minyak. Hasil penelitian itu belum jelas tindak lanjutnya."Kan dulu sudah ditemukan terbal yang identik dengan salah satu perusahaan minyak, tapi kenapa tidak sampai ke pengadilan," katanya.Saat ini volume sampah di Teluk Jakarta makin bertambah lintasannya hingga 65 km dari bibir pantai menuju Kepulauan Seribu. Bahkan sampah sudah mencapai Taman Nasional Pulau Seribu.Volume sampah yang kian bertambah ini membuat ekosistem di Kepulauan Seribu rusak. "Karena itu tindakan tegas harus dilakukan, apalagi sudah ada perdanya," kata dia.Selain ekosistem, biota laut juga bisa musnah kalau hal ini masih tetap didiamkan. Sekadar diketahui pada 2002 sampah sudah sampai ke Pulau Bidadari dan Anyer, 2003 sampai ke Pulau Untung Jawa, 2005 sampai Pulau Pari, dan 2005 sampai Pulau Pramuka.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































