ADVERTISEMENT

Waket MPR: Strategi Penurunan Stunting Sudah Ada, Tinggal Pelaksanaannya

Ahlu Dzikri Al Hamid - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 16:16 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan tema ‘Reinvensi Keindonesiaan Kita, Kepemimpinan Keindonesiaan dan Patriotisme dalam Indonesia Pascapandemi’ di Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, di Senayan, Jakarta (11/6).
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan strategi nasional percepatan penurunan stunting harus benar-benar dijalankan oleh seluruh pemangku kepentingan. Hal ini agar target penurunan angka stunting nasional bisa segera tercapai.

"Target sudah dicanangkan, strateginya sudah ada. Jadi sekarang penentunya tinggal pelaksanaan dari semua perencanaan itu oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

Rerie, sapaannya, mengatakan pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024.

Strategi penurunan angka stunting juga sudah ditetapkan dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting sesuai PP No 72 Tahun 2021. Peraturan Pemerintah tersebut mendorong sejumlah langkah, seperti peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan terkait program penurunan angka stunting di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa.

Selain itu, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif. Upaya lain yang diamanatkan PP No 72 Tahun 2021 adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat, serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

"Cukup rincinya strategi yang diamanatkan peraturan tersebut seharusnya membuat para pemangku kepentingan lebih mudah melaksanakannya," ujarnya.

Tahapan-tahapan strategi yang dijabarkan dalam peraturan itu membutuhkan perhatian serius dari para pemangku kepentingan. Menurut Rerie, dibutuhkan leadership yang kuat untuk menggerakkan birokrasi agar mampu segera merealisasikan sejumlah strategi yang ada.

Di sisi lain, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap berbagai upaya percepatan penurunan angka stunting itu juga melibatkan masyarakat luas. Sehingga, kata Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, dorongan untuk menurunkan angka stunting di tingkat nasional bisa juga dilakukan lewat gerakan masyarakat yang lebih masif.

Simak juga video 'Strategi Jokowi Capai Target Angka Stunting 14% pada 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT