ADVERTISEMENT

Pimpinan DPRD Banten Kritik Surat Rekomendasi PPDB Walkot Serang ke SMAN 1

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 14:54 WIB
Surat rekomendasi dari Walkot Serang Syafrudin terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) beredar di medsos. Hoax or not? (dok Istimewa)
Foto: Surat rekomendasi dari Walkot Serang Syafrudin terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) beredar di medsos. Hoax or not? (dok Istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Banten Barhum HS mengkritik surat rekomendasi Wali Kota Serang Syafrudin ke SMAN 1 Serang agar siswa diterima dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Barhum menilai surat itu tidak etis.

"Ya saya pikir kan wali kota kan pejabat daerah ya. Artinya jalur PPDB ada petunjuk teknis dan mekanisme dalam penerimaannya, saya pikir sangat tidak etis kepala daerah memberikan surat formal," kata Barhum di Serang, Selasa (28/6/2022).

Dia mengatakan Syafrudin bisa berkoordinasi dengan SMA/SMK negeri di wilayahnya terkait PPDB. Namun, katanya, koordinasi itu bukan bersifat subjektif seperti merekomendasikan seseorang agar lolos PPDB.

"Kalau menyentuh pada subjektivitas untuk meminta agar pihak sekolah itu dapat menerima, ya kan dalam pelaksanaan PPDB ada petunjuk teknis juga ada mekanisme. Saya pikir jalur itu ditempuh," kata Barhum.

Dia mengatakan surat dari Walkot Serang itu rentan disalahgunakan. Apalagi, katanya, surat itu bersifat formal karena menggunakan kop surat resmi.

"Kalau sudah merujuk ke surat formal yang bentuk narasinya lebih subjektif, memang benar takut ada penyalahgunaan, nanti surat formal yang ditujukan ke sekolah dari Pak Wali Kota dimanfaatkan, kan kasihan juga Pak Wali Kota kan," ujarnya.

Padahal, katanya, PPDB Provinsi Banten sudah berjalan dengan baik. Pilihan PPDB online bisa menekan kendala saat mendaftar dibanding tahun lalu.

"Saya pikir ini ada tabayun antara pihak sekolah dan Pak Wali agar temuannya clear," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin membenarkan surat rekomendasi ke siswa yang ingin sekolah di SMAN 1 Kota Serang saat PPDB. Hal ini berdasarkan surat yang tersebar di media sosial. Dia beralasan ingin memberikan bantuan untuk warga yang ingin sekolah di SMA itu.

"Orang namanya mau sekolah itu harus dibantu, namanya sekolah, bukan praktik itu mah bukan, namanya mau sekolah siapapun kalau bisa dibantu," kata Syafrudin.

Rekomendasi itu, katanya, diberikan kepada warga Kota Serang. Dia mengatakan surat itu digunakan untuk membantu anak tukang ojek, tukang becak dan warga tidak mampu.

"Untuk warga Kota Serang, iya warga biasa, ada tukang ojek, tukang becak, orang tidak mampu. Bukan pejabat, bukan," pungkasnya.

Lihat juga video 'KPAI Terima 224 Pengaduan PPDB 2020, DKI Jakarta Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT