ADVERTISEMENT

Ada Wabah PMK, Pemkab Lebak Cek Kondisi Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Fathul Rizkoh - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 14:08 WIB
Hewasn ternak di Lebak, Banten (Fathul-detikcom)
Hewan ternak di Lebak, Banten (Fathul/detikcom)
Lebak -

Pemkab Lebak menyebut kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ditemukan pada 304 ekor hewan ternak di Lebak, Banten. Dua hewan ternak di antaranya mati karena penyakit ini.

Asisten Sekretaris Daerah (Asda) 2 Lebak, Ajis Suhendi, mengatakan wabah PMK menyerang sapi dan kerbau di tiga kecamatan, yakni Rangkasbitung, Wanasalam, dan Kalanganyar.

"Hingga tanggal 25 Juni, kasus PMK di Lebak ada 304 ekor itu sapi dan kerbau," kata Ajis kepada awak media usai monitoring hewan ternak di Kecamatan Cibadak, Lebak, Selasa (28/6/2022).

Saat ini, Pemkab Lebak berupaya mencegah penyebaran wabah PMK pada hewan ternak lainnya. Upaya itu dilakukan seperti mengirim sampel daging untuk diuji di Balai Penelitian Venteriner, Subang.

Dia mengatakan vaksinasi untuk hewan ternak juga terus dilakukan. Pemkab Lebak, katanya, telah mendapat 140 dosis vaksin yang telah diberikan kepada hewan ternak.

"Vaksin baru dapat 140, kemarin sudah dilakukan vaksinasi di Lebak Selatan di UPTD yang ada di Bojongleles dan Kolelet. Akan ada vaksinasi lagi seperti COVID-19, nanti akan ada booster juga. Kita bakal minta dosis yang lebih banyak sebagai langkah antisipasi," tuturnya.

Dia menyebut monitoring hewan ternak di peternakan milik Pondok Pesantren Manahijussadat hari ini dilakukan untuk mencegah PMK menjangkiti hewan kurban. Dia mengatakan sosialisasi terkait gejala PMK terus dilakukan.

"Konteksnya monitoring hewan kurban (sapi) dan antisipasi penyakit mulut dan kuku. Tadi ada yang luka tapi bukan PMK, tapi karena tali yang ada di hidung. Ini juga harus disosialisasikan kalau tali yang ada di hidung bukan jadi penyebab dari PMK," ujarnya.

Selain itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak, Ridwan, menyebut daging hewan terjangkit PMK masih boleh dimakan. Dia juga bicara soal kurban di tengah penyebaran PMK.

"Untuk kurban sudah ada edaran dari MUI, kalau menjadi hewan kurban secara agama itu sah," kata Ridwan.

Dia meminta warga tetap mengelola daging dengan baik. Dia mengimbau warga tidak memakan bagian mulut, kaki, dan organ dalam atau jeroan dari hewan terjangkit PMK.

"Daging hewan yang terkena PMK masih boleh dikonsumsi asalkan harus diolah dengan baik misal rebus sampai matang. Tolong bagian mulut, kaki dan jeroan tidak dikonsumsi," ujarnya.

Dia mengatakan wabah PMK ini disebabkan virus dan tidak menular kepada manusia. Untuk itu, dia mengimbau peternak selalu menjaga kebersihan kandang agar virus yang menyebabkan PMK tidak makin menyebar.

"Penyakit ini disebabkan oleh virus, yang menjadi rentan karena sanitasi tanah (kebersihan kandang). Titik rentan mulanya karena penyebaran yang berasal dari luar Lebak. Ketika kementerian menetapkan Aceh dan Jawa timur kita sudah mulai menerapkan pembatasan, komunikasi dan sosialisasi kepada peternak dan tetap harus waspada," pungkasnya.

Simak video 'Sudah 304 Hewan Ternak Terjangkit Wabah PMK di Lebak, Dua Mati':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT