ADVERTISEMENT

BPKH Raih Opini WTP 4 Kali Berturut-turut dari BPK

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 21:30 WIB
BPKH
Foto: Dok. BPKH
Jakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk keempat kalinya. Raihan ini merupakan Opini WTP yang diterima BPKH berturut-turut sejak tahun 2018.

Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan BPKH Tahun Anggaran 2021 diterima langsung oleh Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu, Senin (27/6) di Auditorium BPK.

"Opini WTP ini sangat penting sebagai bukti amanah kepercayaan umat yang terus kami jaga, bahwa dana haji kami kelola secara akuntabel, transparan dan penuh kehatian-hatian sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Anggito dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Anggito menjelaskan audit yang dilakukan BPK menunjukkan ketatnya pengawasan pengelolaan dana haji. Dengan demikian, dana tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan mampu memberi nilai manfaat untuk membiayai penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.

"Dengan pengelolaan keuangan haji yang baik, dipastikan dana haji aman, likuid, serta siap dipakai kapan saja untuk keperluan haji," ungkapnya.

Terkait capaian ini, Anggito menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran BPKH yang selama ini bekerja keras mengelola dana umat dan menjaga kepercayaan publik.

"Apresiasi saya untuk seluruh jajaran BPKH yang memungkinkan kita meraih opini WTP empat kali beruntun. Ini bukan usaha yang mudah, tapi harus kita pertahankan," katanya.

Di sisi lain, Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan BPKH Acep R.Jayaprawira menyampaikan kontribusi BPK dalam memastikan pengelolaan dana haji selalu berada di jalan yang benar.

"BPKH telah menjalankan tata kelola keuangan Haji yang transparan dan akuntabel. Ini tidak lepas dari peran BPK yang telah menjaga standar pengelolaan keuangan haji menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," ucapnya.

Adapun di tahun 2021, saldo dana haji yang dikelola oleh BPKH naik sebesar 9,58 persen dari yang sebelumnya sebanyak Rp 144,91 triliun di tahun 2020, menjadi Rp 158,79 triliun. Peningkatan ini mempengaruhi aset BPKH di tahun 2021, yang juga tercatat mengalami kenaikan 10,17 persen.

Selain itu, perolehan Nilai Manfaat juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10,50 triliun di tahun 2021, dari tahun sebelumnya. Di tahun 2020, BPKH memperoleh nilai manfaat sebesar Rp 7,43 triliun. Perolehan ini kemudian dimanfaatkan BPKH untuk pengelolaan dana haji dengan memegang teguh asas syariah dan transparansi.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir Plt. Anggota V BPK RI Isma Yatun, Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT