ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

PMII: Jangan Dukung Capres-Cawapres Oligarki di Pilpres 2024!

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 18:18 WIB
Wakil Sekjen PMII, Hasnu
Wasekjen PB PMII Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Hasnu (Dok. Pribadi).
Jakarta -

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyerukan agar rakyat pintar memilih di Pilpres 2024. PMII mewanti-wanti agar rakyat tidak memilih pasangan capres yang memiliki hubungan dengan oligarki.

"Rakyat Indonesia harap cerdas dalam memilih capres dan cawapres di Pilpres 2024. Jangan mendukung capres-cawapres hasil desain oligarki," jelas Wasekjen PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM, Hasnu, dalam keterangannya, Senin (27/6/2022).

Menurutnya, capres yang diusung oleh sistem oligarki, tidak akan mewujudkan janji kampanyenya.

"Jangan heran bila janji-janji manis untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat yang diucapkan capres-cawapres dalam kampanye politik tidak akan pernah terwujud. Sebab, yang membiayai proses munculnya pasangan calon adalah oligarki," ujar Hasnu.

Menurut Hasnu, oligarki mengatur kebijakan dan kekuasaan agar berpihak kepada kepentingan bisnisnya sehingga mengesampingkan kepentingan publik.

"Rakyat jangan pernah terpengaruh dengan polesan sejumlah lembaga survei yang diduga hasil bayaran para oligarki untuk menaikkan popularitas tokoh tertentu. Maka dari itu penting sekali agar publik mencari tahu terkait rekam jejaknya," ucap Hasnu.

Hasnu menjelaskan, teorinya, oligarki itu segelintir orang yang bisa mengendalikan kekuasaan, bisa mengatur dan mengkondisikan situasi politik.

"Demokrasi yang mahal kerap memerlukan oligarki. Oligarki mempengaruhi aktor politik, partai politik, bahkan sistem politik. Modus operandi oligarki yaitu fasilitasi rekrutmen politik, fase koalisi politik, fase elektoral, pembentukan pemerintahan, hingga pembuatan kebijakan," ungkap Hasnu.

(aik/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT