ADVERTISEMENT

Emirsyah Satar Tersangka Kasus Garuda di Kejagung, Begini Respons KPK

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 15:57 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan pesawat Garuda Indonesia oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Bagaimana tanggapan KPK?

"KPK menyampaikan apresiasinya kepada Kejaksaan Agung yang telah melakukan penyidikan dugaan TPK pada PT Garuda Indonesia tahun 2011-2021. Di mana dugaan TPK (tindak pidana korupsi) ditangani secara optimal dari kecukupan alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum sesuai prinsip-prinsip mekanisme hukum yang berlaku," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (27/6/2022).

Ali mengatakan KPK pernah menangani perkara suap dan tindak pidana pencucian uang Emirsyah Satar dan mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo ditetapkan sebagai tersangka. Namun KPK menyebut perkara itu berbeda dengan yang ditangani Kejagung saat ini.

"Penyidikan oleh Kejaksaan RI dalam sangkaan yang berbeda pada perkara di PT Garuda Indonesia ini merupakan wujud penguatan bersama penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia," jelasnya.

Ali berharap penetapan tersangka Emirsyah itu dapat memberikan efek jera kepada para pelaku. Dia juga berharap kerugian keuangan negara bisa kembali dengan pengusutan kasus ini.

"Sehingga penegakan hukum ini betul-betul dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya, dan pemulihan bagi kerugian keuangan negara yang telah ditimbulkannya," kata Ali.

Kejagung Pastikan Perkara Emirsyah Beda dengan KPK

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan perkara yang menjerat eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Kejaksaan Agung (Kejagung) berbeda dengan pernah ditangani KPK. Burhanuddin menyebut kasus Garuda Indonesia yang ditangani KPK hanya sebatas mengenai suap.

"Jadi untuk kasus ES ini tentunya adalah dalam rangka zaman direksi dia, ini kan terjadinya pada waktu itu, ini pertanggungan jawab atas pelaksanaan kerja selama dia menjabat sebagai direktur karena yang di KPK adalah sebatas mengenai suap," kata Burhanuddin dalam jumpa pers di Gedung Menara Kartika Kejagung, Jaksel, Senin (27/6).

Burhanuddin menerangkan kasus Garuda Indonesia yang ditangani Kejagung saat ini berkaitan dengan pengadaan dan kontrak-kontrak yang terjadi pada zaman kepemimpinan Emirsyah Satar. Burhanuddin memastikan tidak ada asas ne bis in idem dalam kasus yang ditangani Kejagung dan KPK.

"Ini mulai dari pengadaannya dan tentunya tentang kontrak-kontrak yang ada, itu yang minta pertanggung jawab, yang pasti bukan ni bes in idem," kata Burhanuddin.

Simak Video: Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(zap/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT