ADVERTISEMENT

Bu Santi Surati MK, DPR Coba Buat Kajian soal Ganja Medis

Eva Safitri - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 13:04 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Dok. Istimewa).
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ganja medis kini jadi perbincangan setelah seorang ibu yang meminta untuk pengobatan anaknya di car free day (CFD) Bundaran HI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad akan mengkoordinasikan hal itu ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dasco mengatakan ganja sebagai pengobatan memang sudah diterapkan di sejumlah negara. Di Indonesia, menurut Dasco, ganja medis belum memungkinkan karena tidak ada undang-undang yang menjadi payung hukum.

"Jadi begini, di beberapa negara ganja itu memang bisa dipakai untuk pengobatan atau medis, namun di Indonesia UU-nya kan masih belom memungkinkan, sehingga nanti kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan, karena di Indonesia kajiannya belum ada demikian," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dasco mengatakan pimpinan DPR akan mengoordinasikan soal isu ganja medis dengan Komisi IX yang membidangi kesehatan. Koordinasi juga bakal dilakukan dengan Kemenkes.

"Nanti kita akan coba koordinasikan dengan komisi teknis dan Kemenkes dan lain-lain, agar kita juga bisa kemudian menyikapi hal itu," ujarnya.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Santi Warastuti ramai diperbincangkan karena meminta bantuan ganja untuk pengobatan anaknya yang mengidap cerebral palsy. Dia bahkan menyurati Mahkamah Konstitusi (MK) karena gugatan ganja untuk medis tidak kunjung diputus.

"Kami meminta MK agar segera memberikan putusan atas gugatan yang sudah kami ajukan," kata Santi kepada wartawan, Senin (27/6).

Simak video 'Isi Surat Ibu yang Minta Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT