ADVERTISEMENT

Gerindra Ungkap Maksud Muzani soal Sosok Dibesarkan Partai tapi Bersaing

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 12:36 WIB
Sufmi Dasco Ahmad (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Foto: Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (detikcom).
Jakarta -

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyinggung seorang pemimpin dibesarkan oleh partai tapi malah bersaing. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan maksud pernyataan Muzani.

"Saya pikir yang dinyatakan Pak Muzani itu kan secara umum, perumpamaan-perumpamaan yang ada, dalam menyikapi dinamika politik di Indonesia," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dasco meminta pernyataan Muzani itu tidak perlu dibesar-besarkan. Dia mengatakan politik harus tetap mengacu pada nilai santun dan bijak.

"Sehingga saya pikir itu tidak perlu dibesar besarkan, tetep menjadi acuan berpolitik yang santun dan bijak bagi kita semua," ujarnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara soal adab politik yang kian dijauhi oleh para politikus di Indonesia. Muzani mengatakan adab politik Indonesia saat ini jarang sekali para pemimpin menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah membesarkannya, apalagi berterima kasih kepada partai yang telah mengangkat nama harumnya.

Pernyataan itu disampaikan Muzani saat menghadiri acara wisuda Pondok Pesantren Riyadhussalam pimpinan KH Abdul Wahid, Mandalawangi, Pandeglang, Banten. Pada kesempatan itu, Muzani sempat mengingatkan soal adab mengucapkan terima kasih kepada para wisudawan. Dia pun berpesan agar para santri tak melupakan dan mengkhianati orang-orang yang membesarkan mereka.

"Hormatilah para gurumu, kiaimu, para ustaz yang telah mengajarmu memberikan ilmu-ilmu kehidupan yang berguna bagimu dan agama. Jangan sekali kali kalian lupa, apalagi mengkhianati orang-orang yang telah membesarkanmu. Saya rasa ini penting untuk terus ditekankan," kata Muzani dalam keterangan tertulis, Minggu (26/6/2022).

Wakil Ketua MPR Fraksi Gerindra itu menyinggung keadaan perpolitikan praktis hari ini yang dianggapnya jarang menerapkan ucapan terima kasih. Muzani menyebut ada orang yang dibesarkan partai politik (parpol) tetapi justru bersaing dengan parpol yang membesarkannya.

"Di Indonesia, jarang sekali politik kita yang menunjukkan berterima kasih terhadap orang yang telah membesarkannya. Dalam tradisi politik kita, terima kasih adalah suatu yang langka, jarang dijumpai sepertinya ini menjadi suatu hal yang mahal. Orang yang dibesarkan partai, justru bersaing dengan partai yang membesarkannya, bersaing demi jabatan-jabatan. Adab politik kita telah dijauhi oleh pelaku politik kita," ujar Muzani.

Lihat juga video 'Ancang-ancang Partai Politik Menuju 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT