Cerita Panda Nababan soal Pencopotan Gatot Nurmantyo dari Panglima TNI

ADVERTISEMENT

Cerita Panda Nababan soal Pencopotan Gatot Nurmantyo dari Panglima TNI

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 11:57 WIB
Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)
Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)
Jakarta -

Politikus senior PDIP Panda Nababan mengungkap cerita soal pencopotan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Panda menyebut roman-roman berakhirnya karier Gatot sudah tercium saat resepsi perkawinan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, di Solo, Jawa Tengah, pada November 2017.

Cerita perihal Gatot Nurmantyo itu diungkap Panda melalui bukunya, 'Panda Nababan Lahir Sebagai Petarung: Sebuah Otobiografi, Buku Dua: Dalam Pusaran Kekuasaan'. Cerita itu dirangkum dalam bab 'Jenderal Gatot Membuat Kesal'.

Dalam bukunya, Panda mulanya bercerita mengenai pertemuannya dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia, Rizal Ramli, di pernikahan Kahiyang. Saat itu, Rizal Ramli menunjukkan ke Panda adanya gelagat ketidakharmonisan antara Jokowi dan Gatot.

"Pan, lihat Raja Jawa itu. Soeharto sudah sadis, tapi Raja Jawa yang satu ini lebih sadis dari Soeharto," demikian kata Rizal yang dikutip Panda, seperti dilihat detikcom, Senin (27/6/2022).

Panda kemudian mempertanyakan maksud pernyataan Rizal itu.

"Pan, coba lihat Panglima TNI Jenderal Gatot. Itu di sebelah kananmu," jawab Rizal yang dituliskan kembali oleh Panda.

Panda pun lantas menoleh ke arah Gatot, meskipun sebelumnya setengah memprotes Rizal yang membahas politik di pesta pernikahan. Gatot, kata dia, duduk bersama istrinya di deret tamu undangan biasa seperti staf kedutaan dan puluhan anggota DPR RI lainnya. Padahal kolega-koleganya, seperti Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan saat itu), Jenderal Tito Karnavian (Kapolri saat itu), Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Seskab Pramono Anung, dan Mensesneg Pratikno, mendapat peran khusus sebagai tuan rumah, lengkap dengan bunga merah di pakaian.

Bahkan, lanjut Panda, saat akan menyalami dan memberikan ucapan selamat kepada Jokowi, Gatot juga ikut antre dan berdesak-desakan seperti tamu biasa. Panda mengatakan Gatot saat itu tidak diperkenankan melintasi karpet merah oleh protokoler.

"Zal, Gatot game ini," kata Panda saat itu. Game yang dimaksud Panda adalah game over alias segera dicopot dari jabatannya.

Lihat juga video 'Ajakan Bergabung ke Partai Pelita dan Penolakan Gatot Nurmantyo':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Dugaan Panda pun benar. Pada 8 Desember 2017, Gatot dicopot sebagai Panglima TNI meskipun baru akan pensiun pada 13 Maret 2018.

Seusai peristiwa itu, Panda mengaku langsung berburu informasi. Semula, Panda mengira ketidakharmonisan itu dilatarbelakangi pernyataan Gatot saat pemutaran film G30S/PKI. Namun, dari informasi yang didapat, menurut Panda pemicu ketidakharmonisan antara Jokowi dan Gatot adalah insiden di peringatan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, pada 5 Oktober 2017.

Panda menuturkan, kala itu Jokowi harus berjalan kaki hingga dibonceng sepeda motor untuk sampai ke lokasi acara. Bahkan Ibu Negara Iriana Jokowi baru tiba di lokasi setelah acara selesai. Sebab, saat itu kemacetan luar biasa terjadi di jalanan menuju lokasi acara.

Saat Jokowi tiba di lokasi, Gatot disebut memohon maaf lantaran 'begitu banyak rakyat yang datang membludak, mereka sangat antusias dan mencintai TNI'. Panda mengatakan pernyataan Gatot itu dijawab Jokowi dengan senyum kecut.

"Rupanya, selepas acara tersebut, Jokowi memerintahkan orang dekatnya untuk menanyakan, apakah Kapolda Banten dan Korlantas Polri dilibatkan dalam mengamankan massa dan mengatur lalu lintas di acara tersebut. Ternyata, katanya, Kapolda Banten mengaku tidak dilibatkan. Begitupun dengan Korlantas Polri," tutur Panda dalam bukunya.

Menurut Panda, peristiwa itu mempunyai arti tersendiri bagi Jokowi. "Kau tidak menghormati aku di acaramu, kau pun tidak saya hormati pula di acaraku," ujar Panda mengira-ngira.

(mae/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT