ADVERTISEMENT

Waket MPR Minta Teknologi Dimanfaatkan untuk Perkokoh Nilai Kebangsaan

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 17:21 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkokoh nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Hal ini ia sampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar pada Pelatihan Kader III (Advance Training) oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (Badko HMI) Jawa Tengah-Yogyakarta.

"Teknologi yang pintar mesti dihadapi oleh manusia yang pintar. Manusia harus menjadi tuan atas teknologi," kata Lestari dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah inim ia menegaskan pemahaman terhadap nilai kebangsaan harus menjadi modal dasar anak bangsa. Khususnya, guna beradaptasi dan berinovasi dalam rangka menjawab tantangan di masa depan.

Perempuan yang akrab disapa Rerie ini menilai perlu kesadaran akan identitas yang melekat dan kemampuan untuk berpikir kritis sekaligus futuristik dalam mengantisipasi serta berjalan menyambut masa depan. Apalagi, perjalanan sejarah manusia selalu mengalami perjumpaan dengan krisis.

Ia menambahkan setiap situasi krisis dengan sejumlah penyebab selalu menyebabkan gejolak, ketidakpastian, kompleksitas masalah, dan ambigu pada setiap solusinya. Misalnya, kondisi pandemi COVID-19 dan konflik antar negara di dunia yang ikut menghadirkan sejumlah situasi krisis, termasuk di Indonesia.

"Kita dituntut beradaptasi dalam setiap krisis untuk mengubah pola perilaku. Dan, situasi tidak pernah kembali seperti sediakala. Selalu ada nilai-nilai baru yang menjadi pegangan Misalnya, protokol kesehatan dan kenormalan baru," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu.

Menurutnya, generasi muda perlu merefleksikan kembali warisan nilai yang terdapat dalam empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini mesti menjadi fondasi dalam setiap proses pembelajaran, penciptaan pengetahuan, mengasah kemampuan adaptif, dan kapasitas dinamis yang mengantar anak bangsa pada kemampuan inovasi.

Lebih lanjut, Rerie menyebutkan daya adaptasi dan inovasi yang mumpuni dari setiap anak bangsa yang didasari nilai-nilai kebangsaan sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa di masa datang.

Sebagai informasi, sosialisasi bertema 'Menguatkan Nilai Nasionalisme Demi Terciptanya Kader yang Mampu Mentransformasikan Pemikiran Menuju Indonesia Emas' ini turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, Presidium KAHMI Jawa Tengah, Masyrifan Djamil, Ketua Umum Badko HMI Jawa Tengah dan DIY, Nur Kholis dan seluruh peserta pelatihan Badko HMI Jateng-DIY.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT