ADVERTISEMENT

Sesar Baribis Selatan Jakarta Aktif, BPBD DKI Siapkan Mitigasi Gempa

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 16:27 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Ilustrasi Gempa Bumi (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Jakarta -

Peneliti dan BMKG menyatakan Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai 5 milimeter per tahun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi ancaman gempa.

"BPBD Provinsi DKI akan melakukan sosialisasi, memberikan edukasi dalam rangka mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi tersebut untuk masyarakat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Insyaf dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022).

Insyaf mengatakan mitigasi ataupun sosialisasi menghadapi bencana gempa bumi diajarkan melalui sekolah-sekolah hingga pemilik bangunan bertingkat di Jakarta. Mengingat, Jakarta masuk ke dalam lintasan Sesar Baribis bersama Purwakarta, Karawang, Bekasi, Tangerang, hingga Banten.

"Seperti yang sudah dilakukan BPBD dalam edukasi kegiatan gempa yaitu kegiatan sekolah/madrasah aman bencana dan sosialisasi kepada pemilik gedung bertingkat di DKI dan sebagainya," ujarnya.

BPBD juga terus memantau peringatan dini gempa yang dipaparkan oleh BMKG. Nantinya, peringatan dini bakal diteruskan kepada warga Jakarta melalui media sosial milik BPBD.

"BPBD selalu memonitor juga peringatan dini gempa yang disampaikan oleh BMKG untuk disampaikan kembali melalui kanal-kanal media sosial BPBD, seperti website BPBD, Instagram, Twitter, Facebook, dan grup WhatsApp yang beranggotakan pemimpin wilayah dan Dinas Teknis," ujarnya.

"Apabila ada keadaan darurat dapat menghubungi call center 112 yang beroperasi 24 jam," sambungnya.

Sebelumnya, studi tentang keaktifan Sesar Baribis ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports (Nature) dengan judul 'Implications for fault locking south of Jakarta from an investigation of seismic activity along the Baribis fault, northwestern Java, Indonesia'.

Penelitinya adalah S Widyantoro dari ITB dan P Supendi dari BMKG. Keduanya juga berkolaborasi dengan ilmuwan dunia lainnya.

S Widyantoro dan kawan-kawan dalam studinya tersebut mengungkap bahwa Sesar Baribis kemungkinan aktif. Sesar ini berada di barat laut Pulau Jawa.

"Penyebaran seismik lubang bor baru-baru ini yang dilakukan di sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa mengungkapkan bahwa itu mungkin aktif," tulisnya.

Berdasarkan studi GPS di wilayah selatan, tampak ada tingkat gelombang naik (kompresi) yang tinggi.

"Kami mengamati bahwa seismisitas di bagian timur patahan secara signifikan lebih tinggi daripada di barat, di mana studi GPS sebelumnya di wilayah selatan Jakarta menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi," tuturnya.

Dari studi ini juga terungkap bahwa Sesar Baribis barat masih terkunci. Namun, Sesar ini rentan untuk daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Daerah tersebut rentan terhadap bencana gempa bumi.

"Pengamatan ini menyiratkan bahwa Sesar Baribis barat terkunci, dan bahwa daerah sekitarnya, termasuk Jakarta Selatan dan sekitarnya, mungkin sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan ketika akumulasi energi regangan elastis akhirnya dilepaskan selama patahan patahan," ungkapnya.

Namun, hingga saat ini Sesar Baribis ini tidak masuk dalam peta potensi bahaya nasional. Studi ini mendorong agar peta potensi bahaya nasional ini dikaji kembali.

Simak juga Video: Gempa 5,4 M Guncang Perairan Bengkulu

[Gambas:Video 20detik]



(taa/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT