ADVERTISEMENT

Jubir: Tak Ada Persiapan Khusus Ma'ruf Pimpin Sementara Pemerintahan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 13:59 WIB
Masduki Baidlowi
Masduki Baidlowi (Dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan memimpin sementara jalannya pemerintahan selama Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Eropa. Jubir Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, menyebut tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Ma'ruf Amin karena sudah sering kali menjadi pemimpin nasional saat Jokowi berkunjung ke luar negeri.

"Tidak ada persiapan khusus, karena sudah beberapa kali Presiden bepergian keluar negeri dan Wakil Presiden secara otomatis akan menjadi pimpinan nasional pengganti Presiden," kata Masduki Baidlowi kepada wartawan, Minggu (26/6/2022).

Masduki menerangkan, saat ini rutinitas yang tengah dijalankan adalah rapat koordinasi dengan para menteri koordinator dan kementerian terkait untuk membahas sejumlah permasalahan. Tak hanya itu, Ma'ruf Amin juga akan memimpin rapat terbatas selama Jokowi ada di Eropa.

"Hal yang rutin dilakukan adalah rapat koordinasi dengan para menteri koordinator dan kementerian terkait masalah yang dibahas. Ada juga rapat terbatas yang selama ini dijalankan oleh Presiden, lantas dijalankan oleh Wakil Presiden," kata Masduki.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara di Benua Eropa. Selama Jokowi di Eropa, Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan memimpin jalannya pemerintahan.

"Selama saya di luar negeri pemerintahan akan dipimpin Bapak Wakil Presiden," kata Jokowi yang disiarkan oleh akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (26/6).

Diketahui, Jokowi akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara-negara di Eropa, yakni Jerman, Ukraina, dan Rusia. Di Jerman, Jokowi bakal menghadiri KTT G7.

"Di mana kita di sini adalah sebagai partner country dari G7 dan juga diundang untuk menghadiri KTT G7 ini sebagai ketua presidensi G20," kata Jokowi.

"Di sini akan kita mendorong, mengajak negara-negara G7 untuk bersama-sama mengupayakan perdamaian di Ukraina dan juga secepat-cepatnya mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan, krisis energi yang sedang melanda dunia," ujar Jokowi.

Setelah itu, Jokowi akan bertolak ke Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Zelensky. Nantinya Jokowi akan melakukan dialog terbuka guna membuka peluang penghentian perang.

"Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden Zelensky, untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian karena perang memang harus dihentikan dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali," jelas Jokowi.

Jokowi juga akan mengunjungi Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Senada dengan misi bertemu dengan Zelensky, Jokowi berupaya mengajak Putin untuk melakukan gencatan senjata dengan Ukraina.

"Sekali lagi dengan misi yang sama saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," katanya.

Terakhir, Jokowi akan berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) dalam rangka pembahasan kerja sama ekonomi dan investasi. Kunjungan itu dinilai Jokowi penting dilakukan oleh Indonesia.

Simak Video: Tekad Bulat Jokowi Temui Zelensky-Putin, Ajak Dialog Perdamaian

[Gambas:Video 20detik]



(whn/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT