ADVERTISEMENT

Tentang Sesar Baribis di Selatan Jakarta yang Jadi Ancaman Gempa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 12:57 WIB
Seismograph with paper in action and earthquake - 3D Rendering
Foto: Ilustrasi gempa bumi (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun. Aktifnya Sesar Baribis ini berdasarkan peneliti ITB dan ilmuwan dari kampus dunia.

Studi tentang keaktifan Sesar Baribis ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports (Nature) dengan judul 'Implications for fault locking south of Jakarta from an investigation of seismic activity along the Baribis fault, northwestern Java, Indonesia'. Penelitinya adalah S Widyantoro dari ITB dan P Supendi dari BMKG. Keduanya juga berkolaborasi dengan ilmuwan dunia lainnya.

S Widyantoro dan kawan-kawan dalam studinya tersebut mengungkap bahwa Sesar Baribis kemungkinan aktif. Sesar ini berada di barat laut Pulau Jawa.

"Penyebaran seismik lubang bor baru-baru ini yang dilakukan di sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa mengungkapkan bahwa itu mungkin aktif," tulisnya.

Berdasarkan studi GPS di wilayah selatan, tampak ada tingkat gelombang naik (kompresi) yang tinggi.

"Kami mengamati bahwa seismisitas di bagian timur patahan secara signifikan lebih tinggi daripada di barat, di mana studi GPS sebelumnya di wilayah selatan Jakarta menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi," tuturnya.

Dari studi ini juga terungkap bahwa Sesar Baribis barat masih terkunci. Namun, Sesar ini rentan untuk daerah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Daerah tersebut rentan terhadap bencana gempa bumi.

"Pengamatan ini menyiratkan bahwa Sesar Baribis barat terkunci, dan bahwa daerah sekitarnya, termasuk Jakarta Selatan dan sekitarnya, mungkin sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan ketika akumulasi energi regangan elastis akhirnya dilepaskan selama patahan patahan," ungkapnya.

Namun, hingga saat ini Sesar Baribis ini tidak masuk dalam peta potensi bahaya nasional. Studi ini mendorong agar peta potensi bahaya nasional ini dikaji kembali.

"Secara signifikan, peta potensi bahaya nasional Indonesia saat ini belum mempertimbangkan kegempaan di sepanjang Sesar Baribis. Oleh karena itu, hasil baru kami menyerukan penilaian ulang yang mendesak dari bahaya seismik di barat laut Jawa yang dengan hati-hati memperhitungkan Sesar Baribis dan potensi gempanya," ungkapnya.

Bagaimana respons BMKG? Baca halaman selanjutnya.

Simak Video: Evakuasi Korban Gempa di Afghanistan Terkendala Terbatasnya Ambulans

[Gambas:Video 20detik]



Respons BMKG

BMKG membenarkan Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun.

"Selain itu keaktifan sesar ini didukung hasil monitor alat sensor seismograf BMKG di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 - 3,1," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

BMKG mengapresiasi hasil kajian tentang aktifnya Sesar Baribis di selatan Jakarta. Menurut Daryono, jalur sesar Baribis dan sekitarnya meliputi kota besar seperti Bogor, Bekasi, dan Jakarta yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 km.

Jalur sesar tersebut melintas di selatan Jakarta sebagai segmen Jakarta, disamping segmen yang berada di sebelah timur yang dapat disebut sebagai segmen Bekasi - Purwakarta. Sehingga, dapat dikatakan Jakarta bagian selatan rentan dilanda gempa bumi.

"Tentu saja, dengan keberadaan jalur sesar aktif ini maka berpotensi terjadi gempa. Jika mencermati data gempa hasil monitoring BMKG tampak segmen selatan Jakarta ini memang belum menunjukkan aktivitas gempa, tetapi hasil kajian menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi, yang diduga terkait dengan area yang terkunci. Ini yang patut diwaspadai," kata dia.

Daryono mengatakan seluruh lapisan masyarakat perlu memahami keterampilan cara selamat saat terjadi gempa, perlu ada edukasi masif dan latihan evakuasi yang berkelanjutan, tidak saja untuk antisipasi gempa akibat Sesar Baribis tapi juga untuk antisipasi potensi gempa megathrust yang sumbernya jauh dan dapat berdampak hingga Jakarta.

Respons Gubernur DKI Jakarta

Studi ini pun direspons oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengatakan akan mengecek Sesar Baribis itu.

"Nanti akan saya cek kembali," kata Anies dilansir Antara, Sabtu (25/6/2022).

(rdp/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT