ADVERTISEMENT

Paloh Usul Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar, Golkar Tetap Airlangga

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 07:41 WIB
Wasekjen Golkar Dave Laksono
Dave Laksono (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta -

Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan duet pemersatu bangsa Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo saat diskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, Partai Golkar tetap akan mengusung ketumnya Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024 mendatang.

Ketua DPP Golkar Dave Laksono menyebut partai Golkar sudah membuat koalisi dengan sejumlah partai yang kini berada dalam pemerintahan. Koalisi itu diberi nama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Dan itu cukup untuk membuat sebuah tiket dalam pilpres yang akan datang," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022).

"Walaupun secara koalisi belum mengumumkan siapa capres-cawapresnya, akan tetapi Golkar akan tetap mencalonkan pa Airlangga," imbuhnya.

Duet Pemersatu Bangsa Versi NasDem

Waketum NasDem Ahmad Ali mengatakan skema itu muncul saat Paloh berdiskusi dengan Jokowi. Dia mengatakan Paloh saat itu menyinggung nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Artinya, pikiran Pak Surya bahwa hari ini ada figur yang menonjol, yang kita kira, kalau kita mau objektif menilainya bahwa ada Anies dan ada Ganjar," kata Ali kepada wartawan.

Ali juga menjelaskan alasan Surya Paloh memilih Anies dan Ganjar. Menurut dia, Anies dan Ganjar punya ceruk massa berbeda, yang diharapkan bisa mencegah polarisasi.

"Kalau dua figur ini dipersatukan, ini akan paling tidak meminimalisir munculnya polarisasi pada pemilihan presiden yang akan datang," imbuhnya.

Ali menekankan bahwa Surya Paloh bukan mengusulkan duet pemersatu kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, bahasa yang lebih tepat ialah mendiskusikan.

Ahmad Ali menuturkan predikat duet pemersatu bagi Anies-Ganjar merupakan pandangan NasDem. Anggota DPR RI itu pun sadar bahwa tak semua orang setuju.

"Pikiran kita itu pasangan yang ideal kalau kemudian itu bisa dipasangkan. Ya artinya duet pemersatu, bisa jadi. Itu kan menurut kita, tapi kan belum tentu diaminkan oleh orang lain karena orang lain bisa berpandangan lain," ucap Ali.

Simak Video: Respons Anies soal 'Duet Pemersatu Bangsa' Usulan Surya Paloh

[Gambas:Video 20detik]




(fas/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT