ADVERTISEMENT

Rencana Demo Para Korban Usai 2 Tersangka KSP Indosurya Keluar Rutan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 22:03 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Perkara Tetap Lanjut

Dirtipideksus Bareskrim Polri menegaskan bahwa perkara ini tetap dilanjutkan. Dia mengatakan bebasnya kedua tersangka itu karena memang masa tahanannya habis selama 120 hari.

"Perkara tetap lanjut ya," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Sabtu (25/6).

Dia menjelaskan berkas perkara kasus KSP Indosurya sangat tebal. Sebab, dalam kasus ini korban sangat banyak dan diperkirakan kerugian yang dialami juga sangat besar.

"Kasus tetap maju, dibebaskannya tersangka karena hal yang berat, karena ini tergolong kasus yang berat yang sampai Rp 15 triliun, 14.500 nasabah, tentu mungkin jaksa membutuhkan waktu untuk bisa membaca kembali, berkas perkaranya satu meter lebih, belum dokumen-dokumennya satu meter. Jadi mungkin teman-teman jaksa belum lengkap membaca semuanya, karena masa penahanan sudah habis kita harus keluarkan sesuai undang-undang," ujarnya.

Polri Diminta Tetap Profesional

Bebasnya kedua tersangka KSP Indosurya mendapat kritik dari Kompolnas. Kompolnas meminta Polri tetap profesional sehingga kepercayaan publik tetap terjaga.

"Kami berharap dilakukan secara profesional dan mandiri sehingga makin menumbuhkan kepercayaan publik secara lebih luas," kata Anggota Kompolnas Muhammad Dawam kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Dawam mengatakan langkah penyidik dalam kasus ini telah sesuai prosedur. Dia menyebut pengadilanlah yang berwenang dalam menentukan seseorang terbukti terlibat pidana atau tidaknya.

"Apa yang dilakukan Bareskrim Polri terhadap kasus ini, secara prosedural telah memenuhi kaidah hukum yang berlaku. Meski demikian tidak berarti sudah bebas dari statusnya sebagai tersangka," katanya.

"Sebab pengadilanlah yang memiliki kewenangan mengadili status seseorang termasuk status tersangka apa divonis bebas ataupun dikenakan pidana," sambungnya.


(azh/azh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT