ADVERTISEMENT

Rencana Demo Para Korban Usai 2 Tersangka KSP Indosurya Keluar Rutan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 22:03 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Masa tahanan dua tersangka kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya telah habis. Kedua tersangka itu yakni Ketua KSP Indosurya Henry Surya dan Head Admin June Indria.

Kecewa mendengar kabar tersebut, ribuan korban merencanakan aksi demo di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Adapun Dittipideksus Bareskrim Polri dalam kasus ini telah menetapkan tiga tersangka, yakni tersangka lainnya yang masih DPO yaitu Manajer Direktur Koperasi KSP Indosurya Suwito Ayub.

Rencana demo ini digaungkan oleh kuasa hukum korban dari LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim. Demo akan dilakukan pada Selasa pekan depan (28/6) mulai pukul 11.00 WIB. Massa demo nantinya akan melakukan longmarch dari Mabes Polri ke Kejagung.

"Selasa jam 11 di Mabes, jam 1 di Kejagung. Jadi dari Mabes akan long march ke Kejaksaan Agung. Pertama ke Mabes dulu mau cari informasi, karena kan berkas ini masih di Mabes, makanya para korban mau nanya dulu, abis itu baru ke Kejagung, jadi di luar kota pada datang naik pesawat dari Surabaya, dari Ujung Pandang," ujar Alvin kepada wartawan, Sabtu (26/6).

Alvin mengatakan korban yang akan mengikuti aksi demo ini sebanyak 2.000 orang lebih, dari jumlah korban keseluruhan mencapai 15.600 orang. Dia menyebut bebasnya dua tersangka itu dikarenakan adanya petunjuk jaksa yang sulit dipenuhi penyidik.

Di mana petunjuk yang harus dipenuhi adalah harus memeriksa seluruh korban dari kasus ini. Hal itu yang diduga Alvin berkasa perkara kasus ini tak kunjung lengkap atau P21.

2 Tersangka Dicegah ke LN dan Kena Wajib Lapor

Dua tersangka kasus KSP Indosurya yang bebas dicegah ke luar negeri (LN). Henry Surya dan June Indria juga dikenai wajib lapor.

"Tidak dibebaskan, sebagai langkah Polri untuk mengawasi tersangka, Polri melakukan pencekalan, sehingga tidak bisa ke LN," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Polri akan terus mengawasi keberadaan kedua tersangka kasus KSP Indosurya tersebut. Kedua tersangka itu dikeluarkan dari rutan setelah menjalani 120 hari penahanan.

"Di samping itu kita minta wajib lapor, seminggu dua kali sehingga kita tahu keberadaannya, karena kita tidak bisa melakukan penahanan lagi dengan undang-undang," imbuhnya.

Simak fakta di halaman selanjutnya..



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT