ADVERTISEMENT

FBR Tepis Anggota Ikut Keroyok Prajurit TNI di Bekasi, Dukung Proses Hukum

Jabbar Ramdhani, Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 10:57 WIB
Video prajurit TNI dikeroyok anggota ormas di Bekasi viral di medsos. Prajurit TNI tersebut awalnya hendak melerai seorang warga yang dikeroyok. (Screenshot video viral)
Video prajurit TNI dikeroyok anggota ormas di Bekasi viral di medsos. Prajurit TNI tersebut awalnya hendak melerai seorang warga yang dikeroyok. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Forum Betawi Rempug (FBR) menepis kabar anggotanya terlibat pengeroyokan prajurit TNI di Jatirangon, Bekasi. FBR mengklaim bahwa anggotanya ikut melerai keributan yang terjadi di depan minimarket tersebut.

"Itu bukan anggota FBR. Jadi itu cuma sekelompok pemuda yang ada cekcok. Kebetulan teman-teman FBR ada di situ karena itu kampungnya, lalu coba melerai dan juga dibantu anggota TNI," kata Ketua Umum FBR, Lutfi Hakim, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (25/6/2022).

Pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (22/6) di depan minimarket di kawasan Jatirangon, Bekasi. Ada dua orang yang menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tersebut.

Pengeroyokan pertama terjadi saat warga bernama Nata (59) berupaya melerai keributan antarpemuda. Namun, Nata justru kemudian menjadi korban pengeroyokan.

Hal serupa dialami anggota Denma Mabesal bernama Kelasi Satu (Kls) Mus Bayu Dwi Saputra. Bayu dikeroyok saat melerai keributan dan pengeroyokan terhadap Nata.

Lutfi mengatakan anggota FBR yang ada di lokasi juga berupaya melerai percekcokan anak muda tersebut. Dia mengatakan pihak TNI juga sudah mengklarifikasi soal keterlibatan anggota FBR yang diduga ikut dalam pengeroyokan terhadap Bayu.

"Kalau kita klarifikasi, sudah menyebar seperti udara itu (kabar anggota FBR terlibat pengeroyokan). Saya doakan saja yang membuat laporan itu semoga mendapat taufik dan hidayah," katanya.

"Yang penting, kita kan dengan institusi terkait, dengan TNI, sudah tidak ada masalah. Karena kejadiannya memang bukan dengan FBR," tambah dia.

Lutfi sendiri mendorong proses hukum terkait pengeroyokan itu terus berjalan. Dia mengatakan anggota FBR harus bertanggung jawab jika melakukan pelanggaran pidana.

Dia juga berharap proses hukum yang berjalan akan membuat terang informasi liar (hoax) di seputar insiden pengeroyokan yang videonya viral tersebut.

"Artinya gini, kalau memang ada yang terlibat, tidak lantas anggota FBR itu kebal hukum, tidak demikian. Silakan diproses sebagaimana hukum yang berlaku. Dan memang sebetulnya bukan anggota FBR kok. Begitu malam itu muncul katanya FBR, malam itu langsung di-crosscheck oleh pihak TNI, tidak ada anggota FBR kok yang terlibat," kata dia.

Simak kronologi kasus pengeroyokan ini di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Ternyata Wasit yang Dipukul Anggota DPRD Tangsel Adalah Prajurit TNI':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT