ADVERTISEMENT

20 'Polisi Tidur' di Tangerang Dibuat atas Permintaan SDIT, Ini Alasannya

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 10:52 WIB
Tangerang -

Polisi bersama pihak lurah dan camat Mauk, Tangerang, membongkar kembali 20-an barisan 'polisi tidur' di Banyu Asih. Polisi mengungkapkan 'polisi tidur' itu awalnya dibuat atas permintaan yayasan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang ada di sekitar lokasi.

"Kalau yang masang ya tukang. Sebenarnya miskomunikasi antara tukang dengan ketua yayasan SDIT, lokasinya dekat situ," ujar Kapolsek Mauk AKP Yono Taryono saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/6/2022).

Menurut Yono, ketua yayasan tersebut meminta tukang untuk memasang 'polisi tidur' demi mencegah kecelakaan. Sebab, menurut ketua yayasan, sebelumnya anak muridnya pernah menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut.

"(Alasan pasang 'polisi tidur') jadi waktu itu pernah ada kecelakaan katanya terjadi ke anak muridnya di situ. Makanya inisiatif ketua yayasan dibuat garis kejut atau 'polisi tidur'," kata Yono.

Sekolah SDIT itu sebenarnya tidak persis berada di depan jalan tersebut, tetapi masuk lagi ke gang kecil yang ada di depan jalan raya tersebut.

Yono mengungkapkan pemasangan 'polisi tidur' itu tanpa seizin aparatur desa dan juga pihak kepolisian. Pihak yayasan kemudian memanggil tukang untuk memasang 'polisi tidur' pada Kamis (23/6).

"Tadinya ada 20-an (baris 'polisi tidur'), banyak komplain masyarakat. ('Polisi tidur' dipasang) paling sekitar 20 meteran kurang lebih," imbuhnya.

Setelah mendapat keluhan warga, polisi bersama Kades Banyu Asih dan Camat Mauk mengecek ke lokasi. 'Polisi tidur' itu kemudian dibongkar.

"Jadi itu dipasang Kamis (23/6) sore, baru sehari, besoknya kami bongkar," tuturnya.

Pemasangan 'polisi tidur' ini dibongkar karena tidak sesuai standar. Selain banyaknya 'polisi tidur', jarak antar-'polisi tidur' pun terlalu berdekatan.

(mei/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT