ADVERTISEMENT

PPP-PDIP Puji Ide Surya Paloh Munculkan Duet Pemersatu Bangsa 2024

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 08:54 WIB
Arsul Sani.
Arsul Sani (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan duet calon presiden-calon wakil presiden pemersatu bangsa saat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PPP dan PDIP pun memuji ide Paloh.

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan keinginan Paloh itu sejalan dengan banyak keinginan partai lain, termasuk PPP.

"Apa yang menjadi keinginan Pak Surya Paloh sesungguhnya juga sejalan dengan keinginan banyak parpol lainnya, termasuk PPP," ujar Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Arsul mengaku tidak mengetahui siapa saja sosok duet pemersatu bangsa pilihan Surya Paloh. Terlepas dari siapa sosoknya, Arsul mendorong pasangan calon presiden dan wapres di Pilpres 2024 lebih dari dua.

"PPP juga mendorong agar Pilpres ini sedapat mungkin menampilkan paslon yang lebih dari dua. Syukur-syukur bisa empat paslon. Ini selain meminimalisir polarisasi juga memberikan pilihan yang lebih banyak bagi rakyat untuk memilih calon pemimpinnya mendatang," ujar Arsul.

Arsul enggan bicara siapa sosok pemersatu bangsa versinya. Namun, dia menilai sosok itu nisa berasal dari tokoh dengan latar nasionalis dan religius.

"Namun duet pemersatu (bangsa) yang merepresentasikan paslon dengan dua sosok dari nasionalis dan religius diharapkan juga bisa jadi sarana peredam polarisasi," ujarnya.

Senior PDIP Anggap Ide Paloh Logis

Senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebut usulan Surya Paloh logis untuk meredam polarisasi. Hendrawan yakin usulan Surya Paloh akan mendapatkan perhatian dari tokoh bangsa atau siapapun yang memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

"Usulan Pak Surya Paloh merupakan usulan yang logis, merupakan refleksi dan perenungan mendalam, dan hasil metode berpikir deduktif," ujar Hendrawan.

Dia mengatakan usulan itu bisa meredam polarisasi saat masa Pemilu 2024. Menurutnya, usulan Paloh itu juga bisa mencegah orang mencari keuntungan dari polarisasi.

"Apakah polarisasi hilang? Setidak-tidaknya dimoderasi. Untuk yang diuntungkan oleh polarisasi, dan untuk yang mengusung ideologi bukan Pancasila, untuk yang suka bicara 'kita' versus 'mereka', polarisasi sengaja dipelihara," imbuh Hendrawan.

Namun, Hendrawan enggan menerka-nerka siapa duet pemersatu bangsa itu. "Terkait urusan paslon dalam pilpres, kerja sama antarparpol (koalisi), kapan waktu deklarasi dari PDI-P, merupakan ranah kewenangan Ketua Umum PDIP," ujarnya.

Simak selengkapnya terkait usulan Surya Paloh

Saksikan Video 'Masinton Klaim Mayoritas Suara Kader PDIP Ingin Puan Nyapres':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT