ADVERTISEMENT

Kemunculan KIB Dinilai Ikut Bangun Sistem Politik yang Sehat

Dea Duta Aulia - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 20:13 WIB
Hal itu disampaikan Siti Zuhro dalam acara talkshow bertajuk Membaca Arah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Studio MPO Cikajang, Jakarta, Jumat (24/6). Talkshow yang diselenggarakan oleh Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar itu juga dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Muhammad Sarmuji, Ketua DPP PPP Syarifah Amelia dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Peneliti Ahli Utama BRIN Siti Zuhro memuji pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh Partai Golkar, PPP, dan PAN. Menurutnya, KIB merupakan koalisi ini cerdas dalam membangun sistem perpolitikan di Indonesia.

"Dengan adanya KIB politik kita berubah, bahwa pemilu bukan sekedar untuk menang saja, tapi juga membangun perpolitikan yang sehat," kata Siti Zuhro dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).

Ia menuturkan semenjak kehadiran KIB banyak partai yang mulai melakukan manuver politik untuk membuat koalisi baru.

"Saya senang kemunculan KIB berdampak signifikan terhadap perpolitikan kita. Berdirinya KIB ini cerdas dan justru menjadi trigger kemunculan koalisi-koalisi lainnya," imbuhnya dalam acara talkshow bertajuk Membaca Arah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Studio MPO Cikajang, Jakarta, Jumat (24/6).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai peluang KIB di Pilpres 2024 cukup besar kalau setiap partai mau mengkonversi basis massanya.

"Kalau kekuatan basis massa ketiga partai ini bisa dikonversi, KIB akan sangat mungkin menang di Pilpres 2024. Saya kira KIB layak diperhitungkan dalam kontestasi politik ke depan," ujar Adi Prayitno.

Meskipun KIB secara resmi belum mengumumkan bakal calon Capres dan Cawapres. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Muhammad Sarmuji pihaknya berupaya untuk mengusung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Ia menjelaskan ada sejumlah alasan Airlangga patut menjadi kandidat Capres. Pertama, karena ia menilai Airlangga bisa menyelesaikan permasalahan politik identitas dampak pemilu tahun 2019 yang saat ini polarisasinya masih belum seutuhnya mereda.

"KIB memiliki kesadaran bahwa politik identitas itu harus ditinggalkan apalagi masyarakat jenuh dengan politik identitas," kata Sarmuji.

Menurutnya alasan kedua, Airlangga Hartarto memiliki kapasitas yang lebih unggul dibanding bakal Capres yang diusung partai lain.

"Dia (Airlangga Hartarto) mempunyai kemampuan teknokratis," katanya.

Di sisi lain, Ketua DPP PPP Syarifah Amelia mengatakan untuk memutuskan kandidat Capres dan Cawapres 2024 dari koalisi KIB akan diputuskan melalui musyawarah. Hal itu untuk mengedepankan prinsip persamaan kebersamaan.

"Semua keputusan akan diambil berdasarkan musyawarah dan sangat penting mengedepankan prinsip persamaan kebersamaan," tutup Syarifah.

Sekedar diketahui, talkshow yang diselenggarakan oleh Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Partai Golkar itu juga dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Muhammad Sarmuji, Ketua DPP PPP Syarifah Amelia dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

Lihat juga video 'PAN Sebut Ridwan Kamil hingga Ganjar Berpotensi Diusung Jadi Capres KIB':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT