ADVERTISEMENT

Golkar Singgung Capres Unggul Tanpa Tiket Parpol: Bakal Jadi Lucu-lucuan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2022 20:04 WIB
Anggota DPR Fraksi Golkar Lamhot Sinaga
Ketua DPP Golkar Lamhot Sinaga (Foto: dok. Golkar)
Jakarta -

Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga bicara soal bakal calon presiden (capres) yang akan diusung oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dalam pembahasannya, Lamhot menyinggung capres yang memiliki tingkat elektoral signifikan namun tidak memiliki tiket parpol untuk maju ke Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Lamhot saat acara Diskusi Akhir Pekan Rumah Kebudayaan Nusantara dengan tema 'Reshuffle Antara Kerja Kabinet dan Koalisi 2024', Sabtu (18/6/2022). Mulanya, Lamhot mengatakan Partai Golkar akan meyakinkan PPP dan PAN untuk memutuskan capres yang akan dipilih.

"Ini kan waktu masih panjang, sampai pendaftaran di KPU itu kan sekitar September 2023, masih ada 1 tahun 3 bulan lagi. Nah inilah waktu atau ruang bagi kita, bagi Golkar untuk meyakinkan PPP dan juga PAN," kata Lamhot.

"Secara paralel nanti dengan waktu 1 tahun 3 bulan, elektoral dinaikkan, karena kita sudah punya boarding pass," sambungnya.

Lamhot kemudian menyinggung soal adanya capres yang memiliki elektoral signifikan tapi tidak mempunyai tiket Pilpres 2024.

"Saya selalu mengatakan begini, kalau ada calon presiden yang saat ini mempunyai elektoralnya sangat signifikan tapi kemudian dia tidak punya tiket, ini akan menjadi lucu-lucuan saja," ujar Lamhot.

Lebih lanjut Lamhot mengingatkan kepada capres yang memiliki elektoral yang belum signifikan untuk tidak berkecil hati. Menurutnya, jika sudah resmi menjadi pasangan calon (paslon) di KPU nantinya, hasil survei bisa dijadikan referensi masyarakat di Pilpres 2024.

"Makanya saya selalu mengatakan calon presiden yang saat ini elektoralnya masih katakanlah masih belum signifikan, nggak usah berkecil hati. Tapi kemudian sudah resmi menjadi pasangan calon di KPU, hasil surveinya itu bisa dijadikan sebagai preferensi kita terhadap keterpilihan pasangan calon di Pilpres Februari 2024," ucapnya.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT