ADVERTISEMENT

Indra Kenz Minta Maaf Jelang Diadili: Saya Tak Niat Rugikan Orang

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 18:03 WIB
Indra Kenz Diserahkan ke Jaksa
Indra Kenz (Khairul/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz, meminta maaf kepada seluruh korban. Indra mengaku tidak berniat membohongi para korbannya tersebut.

Permintaan maaf Indra ini diucapkannya di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel) usai diserahkan oleh Mabes Polri. Indra juga menyesali tindakannya.

"Saya tidak pernah sekali lagi punya niat untuk membohongi menipu atau merugikan orang lain. Terlepas hal yang sudah terjadi saya tetap meminta maaf dan turut prihatin dan menyesal pada orang-orang yang sudah dirugikan," katanya kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Indra Kenz juga mengapresiasi proses yang dijalaninya di Kejari Tangsel. Dia berharap nantinya proses persidangan dapat berjalan lancar.

"Hasil pemeriksaannya sangat profesional menjalankan sesuai tugasnya. Semoga persidangan ya semua lancar terima kasih ya," tambahnya.

Sebelumnya, Indra Kenz hari ini diserahkan ke Kejari Tangsel beserta asetnya yang dijadikan barang bukti. Penyerahan Indra Kenz ini karena sudah tahap dua dilakukan Bareskrim Mabes Polri kepada Kejari Tangsel.

Meski begitu, Indra Kenz tetap dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Mabes Polri. Kepala Kejari Tangsel Aliansyah mengatakan barang bukti yang diterimanya 25 orang korban diperiksa dalam BAP kerugian Rp 54,6 miliar. Ada 119 orang melapor di posko pengaduan kerugian dengan kerugian Rp 46,6 miliar.

"Kami telah menerima penyerahan tahap dua tersangka dan barang bukti dari Mabes Polri. Kita lakukan penahanan di Rutan Mabes Polri untuk jangka waktu 20 hari terhitung hari ini hingga 13 Juli 2022. Barangkali lebih untuk faktor pengamanan," ucap Aliansyah kepada wartawan di Kantor Kejari Tangsel, Jumat (24/6).

"Jadi jumlah kerugian sekitar Rp 100 miliar keterangan saksi ada 91 orang. 25 orang saksi korban, saksi ahli dalam perkara ini ada 8 orang. Ada juga alat bukti surat BAP labfor dan keterangan tersangka," imbuhnya.

Aliansyah melakukan penyitaan aset berupa barang dan juga aset dengan nilai sekitar Rp 67,1 miliar. Aset berupa barang tersebut terdiri dari sertifikat tanah, mobil, dan jam mewah.

"Empat bidang tanah, dan bangunan nilai Rp 32,8 miliar. Dua kendaraan mobil Ferari dan Tesla Rp 3,8 miliar, 12 jam tangan mewah nilai Rp 25,3 miliar dan ada penyitaan uang tunai Rp 5,1 miliar," pungkasnya.

Lihat juga video 'Indra Kenz Tulis Surat Terbuka, Bantah Dirinya Telah Bebas':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT