ADVERTISEMENT

LKPP Kembangkan Sistem Dashboard Pantau Realisasi Produk Dalam Negeri

Rhazes Putra - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 20:10 WIB
LKPP
Foto: dok. LKPP
Jakarta -

Lembaga Kebijakan pengadaan barang/jasa (LKPP) turut mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI). LKPP telah memberikan kemudahan pelaku usaha untuk turut serta dalam pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP) serta rutin memantau proses pengadaan, pengintegrasian sistem data dan sistem informasi yang terus dikembangkan hingga saat ini.

Salah satu aksi LKPP dalam mengawal penggunaan PDN (produk dalam negeri) dalam PBJP adalah melalui pengembangan dashboard sistem informasi pengadaan nasional yang terintegrasi dengan sistem pendukung yang dikembangkan oleh LKPP, Telkom dan instansi pemerintah lainnya, yang memiliki sistem informasi terkait PBJP.

Diketahui, tujuan dikembangkannya sistem dashboard ini adalah untuk membantu pemerintah dalam memantau realisasi pengadaan dari masing-masing K/L/PD, salah satunya realisasi penggunaan PDN.

Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas dalam menyampaikan, bahwa per tanggal 20 Juni sudah ditayangkan 84.509 produk dalam Katalog Elektronik Sektoral dengan jumlah transaksi Rp17,2 T. Sementara, secara nasional tercatat 379.569 produk tayang pada katalog elektronik.

"Kami (LKPP) mengucapkan terima kasih khususnya kepada Kementerian Kesehatan, pertanian dan perhubungan yang telah berkomitmen mengelola katalog sektoralnya di mana tercatat telah menjadi 3 besar dalam transaksi katalog sektoral," ungkap Abdullah dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6/22).

Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat koordinasi Evaluasi dan Tindak Lanjut Aksi Afirmasi Penggunaan dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia

Selain Katalog Elektronik Sektoral, ia juga mengimbau pengelola Katalog Elektronik Lokal yang mengalami kendala dalam membuat etalase, agar dapat mencontoh kabupaten atau pemda yang telah sukses membuat etalase dan meningkatkan nilai transaksi.

"Jika ada kesulitan dari teman teman bupati dan gubernur untuk membuat etalase, di-copy paste saja (pembuatan etalase). Bisa diambil contoh kota Medan dan Banyuwangi yang telah menayangkan lebih dari 1000 produk," terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki LKPP, Kota Medan telah menayangkan 2039 produk sedangkan kota Banyuwangi telah menayangkan 2109 produk dalam Katalog Elektronik Lokal.

Ia mengatakan meningkatnya jumlah pelaku usaha lokal yang tayang dalam Katalog Elektronik, merupakan hasil kerja sama yang baik antara LKPP dengan instansi pemerintah lainnya dalam sinergi menuju Indonesia yang lebih baik.

Abdullah menilai dengan semakin banyaknya produk yang tayang dan meningkatnya nilai transaksi PDN, diharapkan penyerapan anggaran pemerintah dapat tepat sasaran serta meningkatkan perekonomian Indonesia ke depannya.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT