ADVERTISEMENT

Zulkifli Hasan Tepis Tudingan KIB Rekayasa Jokowi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 11:57 WIB
Jakarta -

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) buka-bukaan perihal latar belakang terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Zulkifli Hasan menepis tudingan bahwa koalisi yang dibentuk PAN, Golkar, dan PPP itu rekayasa Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada yang mengatakan ini disediakan untuk capres tertentu, ini rekayasanya Pak Jokowi, kadang-kadang emang sedikit-sedikit Pak Jokowi terus ya. Saya juga minta maaf," kata Zulkifli Hasan dalam program Blak-blakan detikcom, Kamis (23/6/2022).

Zulkifli Hasan mengungkapkan pembentukan KIB ini bahkan sebelumnya tidak dilaporkan ke Jokowi. Sebab, saat itu pihaknya khawatir Jokowi tidak memberikan izin.

"Ini maaf ya, saya tanya, 'Pak Airlangga, udah lapor?'. Karena kan menteri, saya kan nggak. 'Pak Airlangga lapor nggak?', 'Ndak, Pak' katanya. Satu, kalau lapor nanti kalau ndak boleh gimana, nanti aja kalau sudah selesai baru kita lapor," kata Zulkifli Hasan mengutip perbincangannya dengan Ketum Golkar Airlangga Suharto saat itu.

"Jadi memang ini ya untuk kepentingan partai bareng-bareng dan kepentingan Indonesia," imbuh dia.

Menteri Perdagangan itu mengaku tak ambil pusing terhadap spekulasi-spekulasi yang muncul atas pembentukan KIB. Namun, dia menekankan bahwa KIB dibentuk demi kepentingan Indonesia.

"Ya boleh saja, dia berpendapat macam-macam tuh. Ada yang untuk Ganjar, ada yang untuk Anies, itu boleh aja. Karena memang tentu bagi kita, kita perlu menjelaskan itu pada publik dan yang paling penting itu kami ikhtiar, tentu berbuat menuju kebaikan itu kan jalannya nggak lurus, kadang-kadang terjal," ungkap Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan pun kembali menegaskan KIB belum memutuskan siapa nama yang akan diusung di Pilpres 2024. Dia lantas mengingatkan momen di mana Wakil Presiden Ma'ruf Amin kala itu didapuk untuk mendampingi Jokowi.

"Itu kan tahu itu kan, wapres itu setengah jam mau daftar baru Pak Ma'ruf kan. Jadi politik begitulah, kan kita sudah ikhtiar. Ini bagian dari ikhtiar, nanti bagaimana? Ya mungkin kami mau 100 mungkin dapatnya 50 ya nggak papa," kata dia.

(mae/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT