ADVERTISEMENT

Mengenal Arief Hidayat, Hakim Konstitusi yang Minta UU MK Baru Dibatalkan

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 10:31 WIB
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat
Arief Hidayat dalam sebuah acara di MK beberapa waktu lalu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Arief Hidayat menjadi satu-satunya hakim hakim konstitusi yang meminta UU Mahkamah Konstitusi (MK) baru dibatalkan. Sebab UU Nomor 7 Tahun 2020 itu dibuat dengan tergesa-gesa dan dibahas dalam tempo 3 hari saja oleh DPR.

"Proses pembahasan bersama yang hanya memakan waktu 3 hari jelas di luar nalar wajar kecuali memang dilakukan untuk menutup ruang partisipasi masyarakat," kata Arief Hidayat dalam sidang awal pekan ini.

Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (23/6/2022), Arief Hidayat merupakan hakim konstitusi dari unsur DPR. Di mana hakim MK terdiri dari tiga unsur yaitu DPR, Presiden dan MA. Meski dari unsur DPR, Arief Hidayat memilih membatalkan UU MK baru produk lembaga yang mengirimnya ke MK itu.

"Pembentukan UU Perubahan Ketiga UU MK tidak hanya dilakukan dalam waktu super cepat (fast track legislation) tetapi juga secara tertutup dengan menegasikan partisipasi masyarakat," kata Arief Hidayat tegas membeberkan alasan selanjutnya.

Arief disetujui DPR menjadi hakim MK sejak 2013 lalu. Setelah itu ia juga sempat menjadi Ketua MK dua periode dari 2015-2018.

Berdasarkan UU MK yang lama, Arief Hidayat akan purna tugas pada 2023. Sedangkan berdasarkan UU MK yang baru, Arief Hidayat akan purna tugas pda 2026. Seandainya pendapat Arief Hidayat dalam putusan UU MK baru disetujui suara mayoritas, maka berikut nama-nama yang purna tugas:

1. Ketua MK Anwar Usman purnatugas pada 2021 lalu.
2. Wakil Ketua MK Aswanto purnatugas pada 2024.
3. Arief Hidayat purnatugas pada 2023.
4. Wahiduddin Adams purnatugas pada 2024
5. Suhartoyo purnatugas pada 2025
6. Manahan purnatugas pada 2025
7. Saldi Isra purnatugas pada 2022
8. Enny Nurbaningsih purnatugas pada 2023
9. Daniel purnatugas pada 2025

Namun suara Arief Hidayat kalah dengan 8 hakim konstitusi lainnya. Alhasil, para hakim MK memperpanjang jabatannya sendiri menjadi:

1. Anwar Usman berakhir sampai 6 April 2026
2. Aswanto sampai 21 Maret 2029.
3. Arief Hidayat sampai 3 Februari 2026
4. Wahiduddin Adams sampai 17 Januari 2024
5. Suhartoyo sampai 15 November 2029
6. Manahan Sitompul sampai 8 Desember 2023
7. Saldi ISra sampai 11 April 2032
8. Enny Nurbaningsih sampai 27 Juni 2032
9. Daniel Pancastaki sampai 15 Desember 2034

Dalam mengadili UU Cipta Kerja, Arief Hidayat menilai secara formil, pembentukan UU Cipta Kerja sudah benar. Tatapi khusus klaster Ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja, Arif Hidayat untuk meminta dibatalkan.

Selain menjadi hakim, Arief Hidayat juga tercatat menjadi Guru Besar Hukum Tata Negara Undip, Semarang. Di luar dunia akademik dan dunia pengadilan, Arief Hidayat juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) sejak Desember 2021 menggantikan Ahmad Basarah.

"Saya bangga telah dilahirkan dan dibesarkan dari organisasi yang mendidik dirinya menjadi seorang nasionalis dan Pancasilais ini," kata Arief kala itu.

Simak juga 'Alasan Anwar Usman Harus Mundur dari Kursi Ketua MK':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT