ADVERTISEMENT

Walhi DKI Minta Anies Introspeksi Penanganan Polusi, Ingatkan Uji Emisi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 05:45 WIB
Kualitas udara Jakarta hari ini kembali jadi sorotan. Tak hanya masuk kategori tidak sehat, kualitas udara Jakarta juga masuk dalam daftar yang terburuk sedunia
Polusi udara di Jakarta (Dikhy Sasra/detikcom)

Suci lalu memberikan masukan kepada Anies dan pemerintah pusat terkait apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi polusi udara. Dia menyebut solusinya yakni dengan pembatasan kendaraan pribadi hingga memastikan keberadaan 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta.

"Kalau dari sumber emisi bergerak, bisa dilakukan pembatasan lewat konversi konsumsi energi dan mendorong pembatasan penggunaan transportasi pribadi. Tapi ini tidak bisa jadi kebijakan yang berdiri sendiri. Karena untuk menggunakan transportasi publik masyarakat perlu diberi kepastian atas rasa aman, efisiensinya dan efektifitasnya," jelas dia.

"Kemudian, bagaimanapun caranya pohon sebagai penyerap karbon harus lebih banyak tumbuh. Itulah kenapa RTH 30% itu harus diupayakan mencapai target. Tidak boleh juga asal ada RTH saja. Konsepnya diperhatikan dengan baik, kemudian pelibatan masyarakat juga penting agar awareness masyarakat juga terbangun," sambung Suci.

Untuk informasi, kualitas udara di Jakarta tercatat menjadi yang terburuk di dunia pada Senin (20/6/2022). Catatan IQ Air menunjukkan AQI US Jakarta berada di angka 196, yakni kategori kualitas udara tidak sehat. Disusul Santiago, Cile, dengan AQI US 180; dan Dubai, Uni Emirat Arab, dengan AQI US 161.

Berdasarkan data pada Senin (20/6), pukul 07.33 WIB, udara di Jakarta mengandung konsentrasi PM 2,5, 27 kali lebih tinggi dari nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Polusi udara diperkirakan sudah menyebabkan 5.100 kematian di Jakarta per 2021," demikian laporan Air Quality Index (AQI) Jakarta, dikutip Senin (20/6).


(maa/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT