ADVERTISEMENT

Ini Taman Merdeka Depok yang Viral Jadi Tempat Mabuk-mabukan Anak Muda

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 22:39 WIB
Taman Merdeka Depok yang viral disebut jadi tempat mabuk sekelompok pemuda
Taman Merdeka Depok yang viral disebut jadi tempat mabuk sekelompok pemuda. (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Taman Merdeka di Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, dikeluhkan karena minim penerangan. Taman tersebut juga sempat viral lantaran kerap dijadikan lokasi mabuk-mabukan oleh sekelompok pemuda.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (22/6/2022), pukul 20.05 WIB di dalam taman tampak sepi pengunjung. Di depan gerbang taman, hanya terlihat pengemudi ojek online hingga pedagang kaki lima yang berjualan.

Taman yang terletak di samping Kecamatan Sukmajaya dan Samsat Depok itu minim penerangan. Karena kurang pencahayaan, bagian belakang taman sampai tak terlihat.

Taman Merdeka Jadi Tempat Kumpul Anak Muda

Anggota Pokdar Kamtibmas Sukmajaya, Willy, mengatakan Taman Merdeka kerap dipakai untuk anak muda berkumpul. Pihaknya biasa melakukan pembubaran di atas pukul 22.00 WIB.

"Untuk seluruh wilayah Kecamatan Sukmajaya termasuk Taman Merdeka dibatasi jam 22.00 WIB, kita sudah melakukan pembubaran untuk yang nongkrong-nongkrong. Jadi itu sudah sesuai instruksi," papar Willy di lokasi, Rabu (22/6).

Ia tak menampik jika taman tersebut kerap digunakan untuk berkumpul. Namun, setahu Willy, belum ditemukan pemuda yang membawa minuman keras.

Willy menyebut Taman Merdeka juga dipakai pengamen jalanan dan ondel-ondel untuk beristirahat. Sejauh ini, kata Willy, banyak ditemui ondel-ondel yang kerap mampir ke sana.

"(Video) sebut dari Jambon, untuk wilayah Jambon memang sudah menjadi atensi bahwa wilayah tersebut banyak kegiatan anak-anak nongkrong. Di situ juga ada pengamen ondel-ondel. Selama ini yang kita dapatkan di taman pengamen ondel-ondel," ungkapnya.

Ia pun berharap penerangan di Taman Merdeka bisa ditambah. Sehingga aktivitas dari pengunjung terpantau.

"Taman bukan hanya sekadar taman tapi ada fasilitas yang sesuai lampu penerangannya. Taman sebelah lebih parah, lebih gelap. Itu tidak ada penerangan. Kita akan cari informasi lagi, mudah-mudahan ketemu (orangnya)," kata Willy.

Warga lain, Yohan (26), menyebut ada di lokasi saat anak muda terkapar karena mabuk. Ia pun menemukan 1 botol bekas minuman yang dilempar kelompok itu karena takut.

"Minuman ada, sempat dibuang di belakang tembok pas sudah ketahuan. Anak-anak pada nyari benar ada 1 botol bekas bau minuman. Kita cecer siapa ketuanya," kata dia.

Yohan menyebut satu lampu di bagian kiri taman baru diaktifkan lagi hari ini. Sebelumnya, taman dalam keadaan gelap.

"Waktu itu belum nyala, gelap. Pengin penerangan ditambah. Kalau gelap gini tempat (buat) apaan saja bisa. Kalau diterangin orang juga segen. Namanya gelap, kita nggak tahu orang lagi mau ngapain," tandasnya.

(dek/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT