ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin: Sudah Jelas, Khilafatul Muslimin Menyimpang!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 13:45 WIB
Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Khilafatul Muslimin adalah kelompok menyimpang. Ma'ruf menekankan bahwa di Indonesia sudah ada kesepakatan, yaitu NKRI.

"Saya kira sudah jelas, responsnya itu dia itu menyimpang karena kita di Indonesia itu sudah ada kesepakatan, kesepakatan nasional bahwa negara kita itu negara republik, NKRI, itu sudah final," kata Ma'ruf kepada wartawan seperti dalam rekaman audio yang diberikan Setwares, Rabu (22/6/2022).

Ma'ruf mengatakan Khilafatul Muslimin telah menyalahi kesepakatan. Mereka juga dinilai menyalahi landasan struktural bangsa.

"Jadi kalau ada yang khilafah itu kan berarti menyalahi kesepakatan, menyalahi kesepakatan nasional kita yang sudah menjadi landasan struktural bangsa kita," jelasnya.

Kelompok Khilafatul Muslimin itu, kata Ma'ruf, terpaksa dihentikan. Ma'ruf juga meminta agar warga yang telah terpapar oleh ajaran kelompok itu dideradikalisasi.

"Karena itu terpaksa dihentikan, dilakukan juga... kalau kegiatannya terus disetop, tentu mereka yang apa namanya itu diperbaiki, direhabilitasi," tutur Ma'ruf.

Polisi telah menangkap pemimpin tertinggi ormas Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja, terkait penyebaran berita bohong dan pelanggaran UU Ormas. Polisi memastikan ormas itu ilegal karena tidak terdaftar resmi di pemerintahan.

"Ormas ini kan ada dua. Pertama, ada yang sifatnya perkumpulan. Tapi khusus Khilafatul Muslimin ini tidak terdaftar (di Kemenkumham), tapi ada yayasan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (7/6).

Hengki mengatakan kantor pusat ormas Khilafatul Muslimin berada di Bandar Lampung. Di lokasi itu, Abdul Qadir ditangkap polisi.

"Untuk kantor pusatnya di Bandar Lampung, tetapi pendirian ormas yang berbadan usaha itu ada di Bekasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ini saling berkaitan dan ini akan kita kembangkan terus dalam proses penyidikan," ujar Hengki.

Simak video '13 Aktivis Khilafatul Muslimin di Jawa Tengah Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT