ADVERTISEMENT

Aturan Baru Kegiatan Skala Besar: Peserta Dewasa Wajib Sudah Booster

Indra Komara - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 18:09 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Satgas COVID-19 menerbitkan surat edaran terkait protokol kesehatan pada kegiatan berskala besar. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 1.000 orang wajib vaksinasi booster.

Aturan baru ini tercantum dalam SE Nomor 20 tahun 2022 tentang protokol kesehatan pada pelaksanaan berskala besar dalam masa pandemi COVID-19. SE ini diteken Kasatgas COVID-19 Suharyanto hari ini.

"Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Sistem Bubble pada Rangkaian Pertemuan G20 di Indonesia dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," demikian isi SE terbaru, seperti dilihat, Selasa (21/6/2022).

Sementara itu, Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kegiatan berskala besar yang dimaksud antara lain kegiatan lokal yang dihadiri partisipan lintas provinsi atau kabupaten. Termasuk kegiatan internasional yang dihadiri partisipan antarnegara atau multilateral seperti konferensi dan pertemuan wakil negara baik WNI maupun WNA.

"Melalui SE ini maka Pemerintah menetapkan beberapa aturan yaitu wajib adanya penyesuaian partisipan dengan kriteria umur dan riwayat penyakit yang berhubungan dengan akses vaksinasi di mana anak usia 6-17 tahun boleh masuk wajib vaksin dosis kedua. Dewasa 18 tahun ke atas wajib vaksin dosis ketiga atau booster. Usia di bawah 6 tahun atau komorbid diimbau tak ikut kegiatan berskala besar demi keselamatan dan kesehatan," ujar Wiku dalam konferensi pers.

Wiku juga menerangkan kegiatan forum multilateral dan tidak melibatkan VVIP wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala Corona. Seluruh partisipan diimbau melakukan tes antigen terlebih dulu.

"Kegiatan yang tidak bersifat mulitilateral tidak melibatkan VVIP wajib melakukan prosedur pemeriksaan gejala covid dan dilakukan tes antigen bagi pelaku suspek COVID. Yang tak lolos skrining wajib tes covid lanjutan di tempat," paparnya.

Wiku juga menekankan perizinan kegiatan skala besar wajib mendapat rekomendasi dari Satgas COVID pusat dan izin keramaian dari Polri.

"Rekomendasi satgas COVID pusat didasarkan dari pemeriksaan secara langsung oleh BPBD, Dinkes dan Polda setempat," ucapnya.

Berikut isi lengkap SE terbaru terkait kegiatan skala besar:

(idn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT